Demokrasi itu bukan hanya tak haram, tapi wajib dalam Islam. Menegakkan demokrasi itu salah satu prinsip Islam, yakni syuro.
Berita
-
Kasus KPK
Gus Dur: Terus Terang saya Kecewa
Jakarta-gusdur.net. Di hadapan sejumlah elemen mahasiswa di Kantor PBNU Jakarta, mantan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid menyatakan kekecewaannya terahadap sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait rekomendasi Tim 8. "Terus terang saja saya kecewa. Karena tidak disebut-sebut soal kedaulatan hukum," katanya.
Gus Dur juga menilai SBY lepas tangan dan cuci tangan dalam kasus dua pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah itu. Kekecewan serupa juga ditujukan Gus Dur kepada sikap Polisi dan Kejaksaan yang tak menghentikan kasus Bibit dan Chandra ini. Polisi bahkan tetap melimpahkan berkas Bibit ke kejaksaan. "Itu yang menambah kekecewaan kita," Tambahnya lagi.
Rohaniwan sekaligus Guru Besar Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta Romo Franz Magnis Suseno, menyatakan hal senada. Terkait kasus itu, Romo Magnis menilai, yang mesti dicermati bahkan bukan sekadar apakah konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri selesai atau tidak, tapi bagaimana "nasib" KPK selanjutnya. "Kita ingin KPK punya gigi, jangan sampai diperlunak," tegasnya.
Dengan terpilihnya kembali SBY lewat kemenangan yang meyakinkan dan didukung mayoritas rakyat, menurut Frans Magnis sudah seharusnya SBY lebih berani dalam memberantas korupsi. Jika terkesan ragu-ragu situasi ini dianggap berbahaya. Koruptor bisa lebih leluasa.
Sesaat setelah berlangsungnya siaran langsung pidato Presedin SBY terkait rekomendasi Tim 8, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (KOMPAK) langsung menyatakan kekecewaannya. "Kami kecewa terhadap apa yang disampaikan SBY," ujar Koordinator Kompak Fadjroel Rahman di kantor Imparsial, Senin (23/11) malam seperti dikutip kompas.com.
Pihaknya bahkan berencana menggelar demo secara terus-menerus untuk menggulingkan pemerintahan SBY. Itu, katanya, bentuk kekecewaan terhadap Presiden. Sebab, awalnya KOMPAK berpikir bahwa Pemerintahan SBY akan serius dalam memberantas mafia hukum, tetapi pidato Presiden mencerminkan sebaliknya (AMDJ). []
Indonesia
English








Print
Email
Comment
Share