200 M untuk Fasilitas di Luar Makam

JAKARTA-GUSDUR.NET. Rencana renovasi makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di komplek Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang telah ditetapkan dan segera di jalankan. Lima kementerian terlibat dalam pembahasan penetapan rencana renovasi, termasuk penetapan anggaran yang diperkirakan menelan 200 M.

Sebagaimana diutarakan Kementerian Kesra Bidang Kebudayaan, Sugihartatmo, ada lima kementerian yang terlibat dalam rencana pembangunan area makam Gus Dur. Diantaranya, Kementerian PU, Kementerian Pariwisata, Kementerian Agama, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesra.

"Insya Allah pembangunan lokasi makam akan dimulai bulan Mei," kata Sugihartamto kepada wartawan usai rapat pembahasan renovasi makam Gus Dur di Jombang sebagaimana ditulis detikSurabaya (http://surabaya.detik.com), Rabu (2/3) siang.

Turut hadir dalam pembahasan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, pengasuh Ponpes Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Solah), Deputi Kementerian Kesra Bidang Kebudayaan Sugihartatmo, dan Bupati Jombang Suyanto.

Menanggapi rencana pemerintah yang menganggarkan dana sebesar 200 M untuk renovasi makam, pihak keluarga mengelaknya. "(renovasi) makamnya tdk, itu fasilitas negara di luar makam," tegas putri pertama Almarhum Gus Dur Alissa Wahid di account twitternya Rabu (2/3) sore.

Sebagaimana diketahui, pengunjung yang mendatangi areal makam Presiden RI ke-4 ini setiap hari mencapai ribuan orang, sementara area makam di komplek pondok pesantren Tebuireng belum memadai untuk menampung ribuan orang yang datang setiap harinya. Untuk itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelum membuka rapat terbatas di Kantor Presiden pada Senin (20/9/2010) telah menginstruksikan kepada Kemenkokesra untuk segera merenovasi areal makam Gus Dur di Pesantren Tebuireng. (wrf)