Alissa Wahid Serukan Gerakan Melawan Segala Bentuk Kekerasan

JAKARTA-GUSDUR.NET. Terkait aksi pengiriman bom untuk aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga kader Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla, yang lantas meledak Selasa sore (15/03) di Utan Kayu Jakarta Timur, Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian Alissa Wahid menuntut pemerintah dan segala perangkatnya mengambil tindak cepat, tegas, dan transparan. "Kelambatan dan kelemahan Pemerintah selama ini dalam menegakkan hukum secara tegas pada kasus-kasus setahun terakhir ini akan semakin memperkuat penggunaan strategi teror oleh kelompok-kelompok pro-kekerasan, seperti kita lihat pada hari ini," kata putri sulung KH. Abdurrahman Wahid itu dalam rilis media yang diterima gusdur.net, kemarin malam (15/03).

Alissa juga mengutuk keras tindakan yang menurutnya sangat berlawanan dengan sikap-sikap dasar bangsa Indonesia sebagaimana termuat dalam UUD 1945 daan Pancasila. "Segala bentuk kekerasan yang dilakukan untuk mengancam hak hidup orang lain adalah tindakan yang berlawanan dengan sikap-sikap dasar bangsa Indonesia sebagaimana termuat dalam UUD 1945 dan Pancasila".

Bom berdaya ledak yang melukai beberapa orang, salah satunya Kasat Reskrim Komisaris Polisi Dodi Rahmawan, itu menurutnya makin menambah panjang daftar tindak kekerasan yang terjadi selama satu tahun terakhir. Situasi ini, katanya lagi, akan memperkeruh semangat kebangsaan Indonesia akibat meningkatnya rasa saling curiga antarsesama warga negara Indonesia, karena itu menjadi sebuah ancaman yang tidak lagi laten bagi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Karenanya ia mengajak seluruh rakyat Indonesia bergabung dalam gerakan moral melawan, menolak, dan atau menentang segala bentuk aksi kekerasan, diskriminasi, dan anti-Bhinneka Tunggal Ika. Masyarakat juga diharapkan bisa terus menjaga dan melindungi kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan selalu mengedepankan kerukunan antarumat beragama dan perlindungan terhadap kesetaraan hak sebagai Warga Negara Indonesia, serta mendahulukan semangat kebangsaan di atas kepentingan golongan tertentu.

Jaringan GUSDURian merupakan jaringan yang dibentuk oleh banyak pengagum dan murid-murid pemikiran presiden RI ke-4 itu. Di sejumlah daerah, forum-forum ini terbentuk yang tak hanya diisi oleh para aktivis tapi juga kalangan umum. Di antara concern jejaring ini adalah melawan segala bentuk kekerasan seperti yang menjadi sikap Gus Dur semasa hidupnya.