Batik Imlek Motif Gus Dur Laris Diburu Konsumen

Malang, (tvone).

Batik motif Gusdur banyak diminati pengusaha keturunan tionghoa dalam merayakan imlek tahun 2011.

Hanan Jalil, seorang pengusaha pemegang hak cipta batik tulis Celaket mempelopori produksi kain bahan kemeja batik bermotif imlek.

Rumahnya dijadikan untuk tempat usaha yang berada di Kelurahan Celaket, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Pesanan batik imlek produksinya terus mengalir karena kejeliannya membaca peluang bisnis tersebut.

Sejumlah Kepala Daerah dan Pengusaha keturunan tionghoa telah memesan batik produksinya karena memiliki ciri khas imlek yakni warna dasar merah. Sementara motif yang dilukis atau ditulis berkisar antara bunga teratai, naga, singa, simbol yin dan yang, bunga lili serta bunga persik.

Namun dari sekian banyak motif,  foto mantan Presiden RI ke-empat,  KH.Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab di sapa Gus Dur menjadi tren dan paling banyak dipesan konsumen.

Harga satu lembar kain batik imlek produksi Hanan Jalil dipatok antara Rp300 ribu hingga Rp350 ribu .

Konsumen yang sebagian besar warga keturunan tionghoa mengaku motif gusdur dipilih sebagai rasa hormat dan terima kasih atas perjuangan gusdur dalam memperjuangkan persamaan hak warga keturunan tionghoa di Indonesia.

Salah satu jasanya yakni menjadikan imlek sebagai perayaan keagamaan dan libur resmi nasional.

Sumber berita: http://ekonomi.tvone.co.id, Senin, 31 Januari 2011