Berduka Teror Bom, Santri Sambangi Makam Gus Dur

Sebagai bentuk keprihatinan terhadap aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Solo, Jawa Tengah, puluhan santri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang menggelar aksi di makam Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Sambil menyalakan lilin, aksi yang juga diikuti wartawan ini mengecam aksi bom bunuh diri yang mengakibatkan hampir 20 jemaat mengalami luka. 

Aksi keperihatian ini ditandai dengan menyalakan ratusan lilin di sekeliling makam Gus Dur yang dikenal sebagai bapak pluralisme tersebut. Begitu lampu makam dipadamkan suasana disekitar makam terlihat khusuk. 

Hanya lantunan doa yang berkumandang. Seorang santri bernama Habib masuk ke areal makam dengan membacakan sebuah sajak. Sajak itu berisikan pentingnya menjaga kerukunan dan keberagaman seperti yang diajarkan oleh almarhum Gus Dur. 

Usai aksi keperihatinan itu, para peserta aksi baik wartawan maupun Santri langsung mengumandangkan sholawat Abu Nawas yang biasa dilantukan Presiden ke-4 tersebut. \"Aksi ini adalah simbol penolakan sebaga bentuk kekerasan. Terlebih lagi mengatasnamakan agama,\" kata Lukman Hakiem, Pengurus Ponpes Tebuireng, Minggu (25/9/2011) malam.

Aksi keprihatinan dilakukan di makam sebab Gus Dur dikenal sebagai tokoh nasional yang terus memperjuangkan paham kebangsaan sesuai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang Jalaludin Hambali menegaskan aksi teror terhadap umat beragama tidak dibenarkan. \"Kami ingin menunjukkan indahnya keberagaman. Harapannya, keberagaman bangsa ini tetap terjaga dan tidak terkoyak meski ada tragedi bom yang mencorengnya,\" kata Jalal. 

sumber: www.okezone.com | Minggu, 25 September 201123:51 WIB 

Related Posts