Gereja Tanah Emas Dijaga Puluhan Banser

Suasana sekitar Gereja Paroki Hati Kudus Tanah Emas, Semarang, Rabu (10/8/2011) dini hari ini, terasa begitu berbeda dibanding biasanya. Kehangatan pluralisme dan kebebasan beragama begitu jelas tergambar di gereja yang dibangun tepat di sisi Sungai Banjir Kanal Barat itu.

Puluhan anggota Barisan Serbaguna (Banser) Nadhatul Ulama (NU) Kota Semarang dengan pakaian lengkap tampak bersiaga menjalankan tugas mengamankan wilayah gereja. Tidak itu saja, puji-pujian bernuansa Islami juga mengalun merdu menghibur sekitar 300 kaum marjinal dan santri dari Pondok Pesantren Wahid Hasyim Semarang yang sedang berkumpul di Wisma Kurnia, Paroki Hati Kudus Yesus Tanah Emas.

Tidak itu saja, puluhan remaja Katolik yang siang harinya tidak menjalankan ibadah puasa juga asyik mengikuti kegiatan yang bertajuk makan sahur bersama Sinta Nuriyah Adurrahman Wahid atau Sinta Gus Dur, yang dilaksanakan di komplek gereja.

Ditemui di sela kegiatan, Aloysius Budi Purnomo Pr, pimpinan Gereja Hati Kudus Tanah Mas, menjelaskan, acara bersifat sosial yang didasari kebersamaan yang dilaksanakan masyarakat lintas agama.

"Ini merupakan acara tahunan gerakan sahur keliling Sinta Gus Dur di Semarang. Sahur bersama di lingkungan gereja adalah yang pertama kali dilakukan Sinta Gus Dur selama di Semarang," ujar Aloysius Budi.

Dalam kebersamaan yang terjalin, Budi menambahkan bahwa acara sahur bernuansa pluralisme ini juga menjadi bagian dari pendidikan kewarganegaraan.

Sumber : kompas.com | Rabu, 10 Agustus 2011 | 05:41 WIB