Gus Ipul : Gus Dur Seorang Pluralis

KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah seorang yang selalu melakukan pekerjaan dengan penuh keyakinan sehingga karyanya bermanfaat bagi banyak orang. "Saya selalu teringat dengan pesannya yang mengatakan, bahwa sebaik-baik seorang manusia harus berguna atau bermanfaat bagi umat manusia lainnya. Setiap gagasan-gagasan yang diungkapkan selalu bermanfaat bagi banyak orang. " kenang Wagub Drs. H, SaifullahYusuf saat sambutan pada acara Refleksi Satu Tahun Berpulangnya Gus Dur. Di Convention Haal Cibeg ITC Mega Grosir Surabaya, Jumat (25/2).

Sebagai keponakannya,  Gus Ipul berpandangan bahwa Gus Dur adalah  seorang yang cerdas. humanis, pluralis, penulis yang baik, mempunyai keberanian dan tekad untuk memperjuangkan cita-citanya, yaitu mempersatukan perbedaan yang ada di dunia ini.

"Saya pernah pergi ke Korea bersama Gus Dur. Walaupun tangannya sakit habis terjepit pintu sebuah Mall, namun dia tetap berkeinginan dan meminta diantar untuk membelikan sebuah kaos oblong yang akan diberikan Amin Rais. Padahal waktu itu sering bersebelahan pandangan dengan Amin Rais," kenangnya.

Itulah kelebihan seorang Gus Dur  memandang perbedaan sebagai sebuah keindahan. Dialah seorang pemimpin negara yang pertamakali mengakui keberadaan Kong Huchu sebagai agama yang diakui negara. "Apabila tidak demikian, kasihan sekali anak-anak yang dilahirkan pasangan yang beragama Kong Huchu, karena tidak mempunyai Akte Kelahiran," terangnya.

OLeh sebab itu dengan diadakannya peringatan satu tahun berpulangnya Gus Dur dengan tema "Merawat Kebhinnekaan Dalam Bingkai Kebangsaan" yang diselenggarakan oleh PITI Jawa Timur, PPIT (Persatuan Persahabatan Indonesia Tiongkok) dan masyarakat Tionghoa Surabaya ini, Gus Ipul sapaan Wagub mengharapkan agar seluruh elemen masyaraka,walaupun berbeda suku. agama. ras. dan golongan tetap bersatu menegakkan NKRI untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Pada kesemapatan itu sahabat-sahabat Gus Dur yang menjadi pembicara adalah Ir. KH Sholahudin Wahid. Prof. Dr. Anwar Sjafii Maarif, Harry Tjan Silalahi, Drs, H Mahfudz Siddiq.MSi dan Bondan Gunawan.

Kesemuanya bersaksi bahwa Gus Dur adalah seorang penganut azas demokrasi yang sesungguhnya, pluralis. penuh solidaritas, menganggap lawan menjadi teman dan sangat mengahargai perbedaan. Disamping itu segala perbuatannya dilakukan dengan penuh keyakinan, tidak hanya dalam omongan tetapi dilakukan dengan perbuatan.

"Walau Gus Dur telah tiada, tetapi roh Gus Dur tetap dan harus terus merasuki jiwa kita semua untuk mewujudkan tegaknya NKRI dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat, " keluhnya (Humas Prov. Jatim/diwa/asikin).

Sumber: http://birohumas.jatimprov.go.id, Sabtu, 26 Pebruari 2011 20:45