Ribuan Nahdliyin Hadiri Peringatan 1000 Hari Gus Dur

Ribuan Nahdliyin dari kabupaten Demak dan sekitarnya Sabtu (22/9) tadi malam menghadiri tahlil umum dan pengajian kebangsaan dalam rangka memperingati 1000 hari wafatnya presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Kegiatan diselenggarakan Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama  (MWCNU) kecamatan Demak Kota di Serambi Masjid Agung Demak.

Ketua MWCNU Demak Kota K Yatin Ch ditengah tengah acara kepada NU Online mengatakan, kegiatan dimaksudkan untuk mengenang sang guru bangsa yang juga tokoh yang sangat disegani di kalangan para kiai dan tokoh masyarakat lainnya. Menurutnya, warga NU merasa seakan Gus Dur belum wafat dan masih hidup.

\"Saking cintanya pada Gus Dur mereka itu seakan ndak percaya kalau Gus Dur sudah sedo, sehingga  acara nyewu ini dianggap seperti acara NU yang menghadirkan Gus Dur di tengah tengah jamaah,\" kata K Yatin.

Lebih lanjut K Yatin menyampaikan dalam acara tersebut sengaja MWC NU kerja sama dengan Ansor Demak pesantren dikabupaten Demak, Ahbabul Musthofa dan Takmir Masjid Agung Demak

\"Selain dengan PC Ansor kami menggandeng  pesantren Attaslim Kracaan Demak asuhan KH M Nurul Huda, Pesantren BUQ Betengan Asuhan KH R Harir Muhammad, Fathul Huda asuhan KH Zainal Arifin Ma\'shum, Subulussalam asuhan KH Hafidz Kasri, Nurul Hikmah, Al Istiqomah, Assujudiyyah, Ahbabul Musthofa dan takmir Masjid Demak,\" tambahnya.

Tahlil dan pengajian semalam terhitung sangat istimewa selain dihadiri ribuan nahdliyin yang meluber sampai alun alun tersebut juga dihadiri para kiai, habaib, masyayikh serta menghadirkan tiga mubalig kondang yang pernah berjuang bareng bersama Gus Dur, diantaranya KH Yahya Cholil Staquf (juru bicara kepresidenan saat Gus Dur Menjabat), KH Nuril Arifin (mantan panglima Pasukan Berani Mati) serta KH Buchori Masruri (mantan ketua PWNU Jawa Tengah). Ketiga kiai tersebut dalam mauidhohnya mengulas manaqib atau biografi Gus Dur.

Sumber: nu.or.id | Ahad, 23/09/2012 14:01

Related Posts