Suluk Gus Dur Berikan Kedamaian Umat

<img style="\&quot;float:" left;="" margin:="" 9px;\"="" longdesc="\&quot;Sinta" nuriyah="" abdurrahman="" wahid="" memberikan="" tausiyah="" dalam="" acara="" sahur="" bersama="" di="" paroki="" hati="" kudus="" yesus="" tanah="" mas="" semarang,="" rabu="" (10="" 8).="" foto:="" suaramerdeka.com\"="" data-cke-saved-src="\" src="\&quot;/files/_media/images/suluk" gus="" dur.jpg_\"="" alt="\&quot;\&quot;" height="\&quot;336\&quot;" width="\&quot;448\&quot;">Tepat ketika bait ke-7 dari 9 bait yang ada pada suluk Gus Dur dinyanyikan Gus Nuril berlalu, ratusan orang yang datang pada acara sahur bareng Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid atau istri almarhum Gus Dur tampak tidak kuasa menahan air mata. Mereka berlinang air mata, dan sesekali mengusapnya dengan kedua tangannya.

Suluk adalah satu bentuk ibadah penyerahan diri secara total kepada sang pencipta, sepeninggal Gus Dur masyarakat masih banyak mengamalkan suluk tersebut untuk mendinginkan serta mendamaikan suasana. \"Maaf saya tidak bisa menahan emosi hingga rembes (meneteskan air mata-red) ketika mendengar suluk yang biasa Bapak lantunkan. Saya salut melihat masyarakat akrab dengan suluk tersebut, terbukti mereka masih menghafalnya,\" tutur Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di sela-sela sambutannya.

Mantan ibu negara tersebut hadir memenuhi undangan Romo Aloysius Budi Nugroho dari Paroki Hati Kudus Yesus Tanah Mas Semarang. Dalam sambutannya, Romo yang biasa mendampingi paduan suara ini mengatakan jika warga masyarakat hendaknya tetap menjunjung toleransi umat beragama untuk terciptanya kedamaian.

\"Kami sengaja mengundang tokoh lintas agama dan warga untuk sahur bersama. Acara ini bertema \'Dengan Berpuasa Kita Perjuangkan dan Pertahankan Keutuhan Bangsa Dan Negara\', untuk mewujudkannya warga hendaknya harus memelihara rasa toleransi baik pada internal maupun lintas agama,\"
paparnya.

Setelah suluk Gus Dur Selesai dilantunkan, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid yang dikenal dengan \'ibu umat tak bersekat\' itu mengajak tanya jawab warga yang hadir. Di sela-sela memberikan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan, dirinya selalu berpesan kepada warga agar tetap menjunjung tinggi nasionalisme dengan terus bertakwa kepada Tuhan YME. Dengan begitu, dirinya yakin tidak ada pertikaian antar sesama.

\"Sahur bareng ini saya yang menggagasnya sejak dulu, sepeninggal Gus Dur kegiatan ini tetap akan berjalan. Ini merupakan sarana mempererat umat lintas agama,\" ujarnya.

sumber: www.suaramerdeka.com|10 Agustus 2011 | 20:24 wib

foto: suara merdeka


Related Posts