Berita

Berita Umum

18 Artikel

Editorial

30 Artikel

Kolom

12 Artikel

Pemikiran

8 Artikel

Anekdot

1 Artikel

Keluarga Tak Izinkan Pakai Nama Gus Dur

Keluarga besar almarhum KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur memutuskan untuk tidak memperbolehkan penggunaan nama KH Abdurrahman Walid atau Gus Dur sebagai label perguruan tinggi yang akan didirikan Mubarok Foundation. Usulan nama sekolah tinggi tersebut adalah Gus Dur School of Philosophy. 

Mahfud Melawan dengan Jurus ala Gus Dur

"Memang sedikit orang yang paham bahwa Ketua Mahkamah Konstitusi ini sedang menggunakan 'jurus dewa mabuk' yang dipelajari dari guru politiknya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)," ujar Adhie yang pernah menjadi juru bicara Gus Dur.

Ulama NU Tak Gampang Mengharam-Kafirkan Orang

Dengan irsyad ini ulama NU, tambah Hasyim, menuntut satu-persatu setiap orang dengan kadar kemusyrikan dan kekafiran masing-masing menjadi orang yang saleh. Sehingga seorang ulama tidak mudah menuduh seorang yang lain dengan status kafir atau haram. Bahkan tidak mungkin ulama itu melakukan kekerasan dalam berdakwah. "Sedikit-sedikit, allaahu akbar (takbir)"

Dari Piagam Jakarta hingga Peletak Revolusi Pesantren

Salah satu isu kontroversial yang menjadi bahan perdebatan dalam sidang-sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 28 Mei -1 Juni 1945 dan 10-17 Juli 1945 adalah negara dan agama.

Banyak Pemimpin Gagal Beri Inspirasi

Menurut Yenny, Gus Dur merupakan sosok pemimpin yang sukses memberi inspirasi. Bahkan setelah presiden keempat RI itu meninggal, pemikirannya tetap abadi. ''Masih dibedah bukunya, masih diperdebatkan pemikirannya. Malah belakangan ini muncul Jaringan Gusdurian,'' tutur Yenny.

Hasyim Ungkap Tiga Kebesaran Gus Dur

Mantan anggota DPRD tingkat I dan II di Jawa Timur ini bertemu kali pertama dengan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada tahun 1977. Dari pertemuan itu, muncul pengalaman menarik satu tahun setelahnya (1978): mendapat ‘getah' atas ‘ulah' Gus Dur. Gus Dur-yang saat itu berusia 37 tahun-mengajar di sebuah Gereja Kristen di Kota Malang. Akibat aksi ini, para kyai di Jawa Timur geger, hingga kemudian memanggil tuan rumah dimana Gus Dur sehari-hari tinggal waktu itu. "Apa betul Gus Dur mengajar di rumahnya orang Kristen?" begitu tanya salah seorang kyai kepada si tuan rumah.

Sebuah Jihad Pluralism

"...... bagi saya, menjaga perayaan paskah di gereja itu adalah sebuah jihad"

Hormati Gusdur, Sesepuh Buntet Gandeng Alissa

Sesepuh Pondok Pesantren Buntet KH Nahduddin Royandi Abbas (Mbah Din), mengajak puteri Mantan Presiden KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) Allisa Abdurrahman Wahid naik ke atas panggung pengajian akbar haul almarhumin di pondok Buntet, Sabtu malam (2/4).