Gagasan Gus Dur - Kategori : Kategori Artikel Gagasan Gus Dur Tentang Agama

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

68 Artikel

Demokrasi

90 Artikel

Budaya

105 Artikel

Antropologi

48 Artikel

Islam: Apakah Bentuk Perlawanannya?

Pada pertengahan bulan Mei 2002, penulis menyampaikan penilaiannya atas diri KHA. Mutamakin dalam sebuah seminar yang berlangsung di IAIN Syarif Hidayatullah, Ciputat.

Islam: Idiologis Ataukah Kultural? (4)

Dalam upacara penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa untuk bidang humaniora di Universitas Soka Gakkai, Tokyo, baru-baru ini, penulis mengemukakan dalam sambutannya bahwa sebuah tradisi baru telah di mulai di Asia.

Islam: Idiologis Ataukah Kultural? (3)

Beberapa partai masih mencantumkan Islam sebagai asas/dasar negara, begitu juga beberapa perkumpulan lain non-politis. Ketika hal itu ditanyakan pada penulis, maka jawabannya adalah biar saja, karena itu adalah kehendak mereka.

Islam: Idiologis Ataukah Kultural?

Dalam acara NU dan beberapa pesantren di Kalimantan Selatan, serta orasi budaya dalam Konferensi Besar Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Samarinda, penulis melihat sebuah phenomenon yang sangat menarik.

Islam: Idiologis Ataukah Kultural? (2)

Pada waktu penulis berkunjung ke Pusat Persatuan Muslim Tiongkok, penulis menyatakan persamaan antara kaum muslimin Tiongkok dan Indonesia.

Islam: Keras Dan Lembut, Dulu Dan Kini

Ketika berada di Washington DC, penulis menghadiri Konvensi American Jewish Committee (AJC). Mengapakah hal itu penulis lakukan, padahal AJC adalah sebuah organisasi yang mungkin tidak disenangi jumlah sangat besar kaum muslimin?

Negara Islam, Adakah Konsepnya?

Adalah pertanyaan sangat menarik untuk diketahui jawabannya, apakah sebenarnya konsep Islam tentang negara? Sampai seberapa jauhkah hal ini dirasakan oleh kalangan pemikir Islam sendiri?

Perlukah Kerohaniahan Dalam Politik?

Sewaktu menerima gelar Doktor Honoris Causa dalam humaniora dari Universitas Soka Gakkai di Tokyo, penulis mengemukakan sesuatu yang penting dalam kehidupan politik. Hal itu diulang kembali oleh penulis dalam hari jadi ke X kelompok Foreign Correspondent (wartawan luar negeri) ABC, terkenal dengan sebutan Radio Australia, minggu lalu, di Sydney.

Harlah, Natal dan Maulid

Ini berarti, kemerdekaan bagi kaum Muslimin untuk turut menghormati hari kelahiran Nabi Isa, yang sekarang disebut hari Natal. Mereka bebas merayakannya atau tidak, karena itu sesuatu yang dibolehkan oleh agama. Penulis menghormatinya, kalau perlu dengan turut bersama kaum Kristiani merayakannnya bersama-sama.

TERORISME HARUS DILAWAN

Tiga buah bom meledak dalam waktu yang hampir bersamaan di Denpasar, Bali lebih dari 180 orang menjadi korban termasuk sangat banyak orang yang mati seketika. Jelas ini adalah sebuah bagian mengerikan dari tindakan teror yang selama belasan bulan ini mengetarkan perasaan kita sebagai warga masyarakat.