Gagasan Gus Dur - Kategori : Kategori Artikel Gagasan Gus Dur Tentang Agama

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

66 Artikel

Demokrasi

77 Artikel

Budaya

87 Artikel

Antropologi

45 Artikel

Islam dan Dialog Antar Agama

Charles Torrey dalam disertasi doktornya di Universitas Heidelburg tahun 1880-an, mengemukakan bahwa Al-qur\'an mempunyai keistimewaan, berupa penggunaan istilah-istilah profesi untuk menyatakan keyakinan agama. Disebutkannya ayat; \"barang siapa memberikan pinjaman yang baik pada Allah, maka akan diberi imbalan berlipat ganda\" (man yuridhi al-Allaha qardlan hasanan fa yudhaa\'ifahu), yang berarti bukan sebuah transaksi kredit melainkan pelaksanaan amal kebajikan. Contoh lain, adalah; \"barang siapa menghendaki panenan yang baik di akhirat, akan Ku-tambahi panenannya\" (man kaana yuridhu hartsa al-akhirati nazid lahu fi-hartsihi), yang lagi-lagi menggunakan kata panenan sebagai penunjuk kepada amal kebajikan atau amal sholeh.

Islam dan Orientasi Bangsa

Yang paling banyak dilakukan orang adalah mengacaukan antara orientasi kehidupan sebuah bangsa dengan sebuah konsep, makanya sering ada kerancuan dengan menganggap adanya sebuah konsep negara dalam Islam. Atas dasar ini, orang pandai semacam Abul A\'la Al-Maududi, menganggap ideologi sebagai sebuah kerangka-pandang Islam. Karena itulah, ia lalu menganggap tidak ada nasionalisme dalam Islam, karena Islam bersifat universal bagi seluruh umat manusia. Tentunya, ini berhadapan dengan kenyataan bahwa sangat besar jumlah kaum muslimin yang memeluk nasionalisme, seperti mendiang Bung Karno. Pertanyaannya, dapatlah mereka dianggap kurang Islam dibanding ulama besar tersebut?

Islam dan Hubungan Antarumat Beragama di Indonesia

HUBUNGAN  antarumat   beragama  di  Indonesia  tampaknya kembali mengalami  cobaan dan  ujian berat dua tahun terakhir ini. Kalau  diikuti dengan  cermat tampak bahwa hal ini masih akan berlangsung cukup lama.

Semata-mata dari Sudut Hukum Agama

Oleh H. Abdurrahman Wahid KONFLIK Teluk, yang sekarang pecah menjadi Perang Teluk, dilihat dari sudut mana pun adalah sebuah tragedi berskala besar, karena berkesudahan pada perusakan besar-besaran, kalau tidak berupa jiwa dalam jumlah sangat besar. Belum lagi trauma psikologis yang diakibatkannya. Dan juga dislokasi sumber-sumber ekonomi dunia yang ditimbulkannya, terutama atas kerugian yang secara komparatif lebih besar lagi bagi negara-negara berkembang daripada bagi negara-negara industri maju.