Gagasan Gus Dur - Kategori : Artikel-artikel Tentang Antropologi

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

69 Artikel

Demokrasi

108 Artikel

Budaya

112 Artikel

Antropologi

60 Artikel

Gandhi dan Prinsip-prinsipnya

Pada akhir Januari 2004 lalu penulis diundang oleh Gandhi Smriti untuk menghadiri ulang tahun ke-56 wafatnya tokoh tersebut. Walaupun New Delhi pada waktu ini sedang mencapai puncak cuaca dingin, kira-kira - 2o C, penulis menerima undangan itu.

Merubah Pandangan Sebuah Bangsa

Pada Ramadhan lalu penulis berkunjung selama beberapa hari ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Semula ia mendarat di Guangzhou (dahulu Canton), dan menginap semalam di kota tersebut, kemudian melanjutkan perjalanan ke kota Beijing untuk dua malam.

Evie, Ebiet, dan Musik Kita

Penulis adalah salah seorang diantara sekian banyak penggemar musik Ebiet. G Ade. Lagu-lagunya penulis ikuti dan di mobil selalu ada CD atau kaset lagu-lagu Ebiet. Apakah itu balada perjuangan ayahnya, yang penulis tidak tahu masih hidupkah atau tidak.

Apa yang Kau Cari Palupi?

Judul di atas diambil dari judul film karya penyair kita Asrul Sani lebih dari tiga puluh tahun yang lalu. Hal itu juga ditanyakan banyak orang kepada penulis setahun terakhir ini “Apa yang Kau Cari Gus Dur? Sebagaimana diketahui, penulis tidak pernah menutup-nutupi kejanggalan keadaan dan keanehan keputusan yang diambil oleh para pemimpin formal kita dewasa ini

Sikap Dasar Para Pemimpin

Sebagaimana kita ketahui, para pemimpin bangsa kita yang tergabung dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tahun 1945, menyepakati Undang–Undang Dasar (UUD) 1945 dengan kalimat ‘Islamis’ Piagam Jakarta di dalamnya.

Orang Betawi dan Indonesia

Beberapa orang Betawi dan temannya mendatangi penulis di rumah pada akhir bulan Oktober 2003. Ada yang dari Klender dan dari daerah lain di kawasan ibukota negara ini. Keluhannya sama: “penulis tidak ‘open’ terhadap orang Betawi”.

Kamal Hasan dan Cak Nur

Baru-baru ini, Dr. Nurcholish Madjid menyatakan melalui Humasnya, Wijanarko, bahwa ia akan hadir dalam pertemuan/konvensi Pimpinan Partai Golkar (PG).

Inul, Rhoma dan Saya

Pada awalnya kasus Inul lepas dari perhatian penulis, namun kemudian Rhoma Irama, -yang oleh penulis biasa dipanggil “Bang Haji”- menurut berita meminta kepada beberapa stasiun televisi dan beberapa jenis media lain untuk tidak menyiarkan/ menayangkan Inul melakukan “pemboran”.

Megawati dan KLB PDI

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) berakhir tanpa hasil yang diharapkan. Forum tertinggi partai berlambang kepala banteng itu secara praktisnya berakhir dengan kegagalan dan orang tetap tidak tahu bagaimana kemelut PDI akan diselesaikan.

Haruskah Inul Diberangus?

Semula penulis hanya tertawa saja mendengar nama Inul, wanita muda yang menjadi anggota Fatayat Nahdlatul ‘Ulama di anak cabang (Ancab) Japanan, (Pasuruan), memang terdengar lucu.