Gagasan Gus Dur - Kategori : Artikel-artikel Tentang Antropologi

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

69 Artikel

Demokrasi

95 Artikel

Budaya

110 Artikel

Antropologi

51 Artikel

Perjalanan Romo yang Bijak

ada malam itu, kami bertiga mengobrol di halaman candi Dasa, Karangasem, Bali. Ibu Gedong, Romo Mangun, dan saya sendiri menjadi peserta diskusi bebas itu, yang berlangsung hampir tiga jam lamanya. Kami bertiga, saat itu, membicarakan masalah yang sederhana saja, konsep masing-masing tentang wali (saint). Dari perbincangan itu kami mendapati ada kesamaan di antara kami bertiga mengenai konsep wali, hanya istilahnya saja yang berbeda, yang satu menggunakan bahasa Sangsekerta, satunya lagi bahasa latin, dan yang lainnya bahasa Arab.

Arti Kemenangan Barack Obama

Barack Obama telah memenangkan pemilihan Presiden di Amerika Serikat. Pada titik inilah bermula kesulitan-kesulitan yang di hadapi Obama karena itulah dalam pidato perayaan menyembut kemenangannya, ia lalu mengajak rakyat Amerika Serikat untuk membantunya sebagai Presiden AS. Ia menjadi presiden golongan minoritas, atas John Mc Cain yang mewakili golongan mayoritas (penduduk kulit putih). Wakilnya, Joe Biden adalah seorang yang beragama Katolik, karena itu juga mewakili kelompok minoritas. Ini tentu berbeda dari Sarah Palin, calon wakil Presiden dari Partai Republik yang juga mewakili kalangan wanita pada umumnya. Disamping itu, Palin juga mewakili mereka yang berasal atau berada di kota-kota kecil juga ia mewakili yang berasal atau berada di pinggiran tidak seperti Joe Biden, calon wakil Presiden Partai Demokrat, yang dianggap mewakili kelompok professional di negeri Paman Sam itu.

Munir Telah Meninggalkan Kita

Munir Said Thalib adalah pria kelahiran Batu di kawasan Malang yang telah menjadi kekayaan bangsa. Sekian tahun lamanya, ia mengisi hidup dengan perjuangan menegakkan hak asasi manusia di negeri kita. Apa pun kata orang tentang dirinya, Munir telah membuktikan bahwa perjuangan menegakkan HAM adalah sesuatu yang mulia, juga pnuh bahaya yang terus-menerus mengintai nyawanya semenjak ia dan kawan-kawannya berjuang melalui Kontras dan Imparsial. Hanya saja, terdapat perbedaan sangat besar antara Munir dan kawan-kawannya seperjuangan, yaitu kesediaan untuk mengorbankan diri bagi perjuangan yang diyakininya.

Fahmi D Syaifuudin dan Keterkaitannya pada NU

Siapapun yang mengenalFahmi D Saifuddin, baik di lingkungan profesi maupun pergerakan, tentulah mengetahui betapa lurusnya orang ini. Penulis tidak mengenalnya dari segi profesi, baik sebagai dosen, mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, maupun di bidang kedokteran. Penulis hanya mengenal Fahmi, demikian penulis memanggilnya, di lingkungan organisasi Nahdlatul Ulama (NU), karena ia bersamapenulis selama 10 tahun sama-sama menjadi aktivisnya. Dri sisi kedudukannya sebagai aktivis PBNU inilah penulis ingin mengenang Fahmi, dan itu banyak menimbulkan kenang-kenangan indah akan kiprah bersama dalam kegiatan-kegiatan di bidang tersebut.

Gandhi, Islam dan Kekerasan

Ulang tahun ke-101 Mahatma Gandhi, bulan Oktober yang lalu dirayakan secara sederhana. Tokoh pejuang berkebangsaan India ini terkenal dengan ajaran yang menentang kekerasan (satya graha), yang digunakannya dalam perjuangan menuntut kemerdekaan secara damai bagi India dari tangan Inggris.

Munir Telah Meninggalkan Kita

Munir Said Thalib adalah pria kelahiran Batu di kawasan Malang yang telah menjadi kekayaan bangsa. Sekian tahun lamanya, ia mengisi hidup dengan perjuangan menegakkan hak asasi manusia di negeri kita. Apa pun kata orang tentang dirinya, Munir telah membuktikan bahwa perjuangan menegakkan HAM adalah sesuatu yang mulia, juga pnuh bahaya yang terus-menerus mengintai nyawanya semenjak ia dan kawan-kawannya berjuang melalui Kontras dan Imparsial. Hanya saja, terdapat perbedaan sangat besar antara Munir dan kawan-kawannya seperjuangan, yaitu kesediaan untuk mengorbankan diri bagi perjuangan yang diyakininya.

Membandingkan Kepemimpinan

Raymond White menuliskan sekitar 40 tahun yang lalu, bahwa ada perbedaan antara kepemimpinan (leadership) Richard Nixon dengan John F. Kennedy. White menggambarkan kepemimpinan model Nixon itu sebagai kepemimpinan kepala kelasi (boatswain).

Sama-sama Bermimpi Besar

Pagi itu, dalam perjalanan sejak pukul enam dari kota Banyuwangi ke pesantren Blokagung, kami berdua melihat di dekat kota kecil Jajak ada bendera setengah tiang berkibar. Isteriku bertanya, siapa yang meninggal dunia? Seperti biasa, aku terus berspekulasi: mungkin lurahnya yang mati, atau camatnya. Sampai di Pesantren Blokagung juga tidak ada yang tahu.

Orang Besar

Penulis berkenalan dengan jenderal Benny Moerdani sejak tahun 1975, dalam suatu upacara.

Berbuatlah Seperti Bung Karno

Saya tahu dia (Guruh Soekarno Putra) bergerak di bidang budaya dan seni, dengan sendirinya saya tahu bagaimana sosok seorang Guruh.