Gagasan Gus Dur - Kategori : Artikel-artikel Tentang Kebudayaan

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

67 Artikel

Demokrasi

82 Artikel

Budaya

99 Artikel

Antropologi

47 Artikel

Kepala Kerbau: Budayakah Ia?

Beberapa tahun yang lalu penulis diundang mbak Mimis Katoppo, istri bung Aristides yang kini menjadi Pemimpin Umum harian Sinar Harapan. Undangan itu untuk menghadiri “pesta turun kapal” yang dilaksanakan awak kapal pencari ikan, setelah musim laut menjadi tenang kembali.

Ideologi Bagi Seorang Realis

Sewaktu penulis berkunjung ke RRT (Republik Rakyat Tiongkok) minggu, pertemuan dengan orang ini (yang penulis kenal dengan nama keluarga Guo saja, lengkapnya Guo Rongchang), adalah suatu jawaban atas apa yang dicarinya selama ini.

Dua Perspektif, Satu Persoalan

Setelah lebaran Idul Fitri tahun ini, para warga NU (Nahdlatul ‘Ulama) dibuat geger oleh pembunuhan atas diri KH. Asmuni Ishak. Beliau adalah seorang Kyai pendiam, dulunya pimpinan MWC (Majelis Wakil Cabang) NU Jatiroto di Lumajang.

Ekstrimisme Dalam Islam

Dalam sejarahnya yang sudah lebih dari 14 abad, Islam secara keseluruhan menggunakan cara-cara damai untuk mengembangkan ajaran. Dari permulaan sejarahnya, hubungan Islam dengan agama lain di bawah bimbingan Nabi Muhammad telah menunjukkan wajah damainya, sehingga menjadi terkenal apa yang dikemudian hari di ketahui bernama Piagam Madinah (Medina Charter).

Benarkah PETA Untuk Kyai?

Dalam tulisannya Letjen TNI (Purn.) Z.A Maulani mengemukakan bahwa pihak militer Jepang mempersiapkan tentara PETA (Pembela Tanah Air), didirikan dengan para Kyai sebagai Komandan Batalyon (dai-dancho)nya, sedangkan mereka yang tidak mempunyai basis massa di pesatren atau kaum Priyayi diangkat sebaga komandan kompi dan peleton (chodan-cho dan shudan-cho).

Arti Sebuah Tanda Penghargaan

Tanggal 10 Desember adalah hari istimewa bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada hari itu tahun 1948 dilakukan ratifikasi oleh sidang umum PBB atas Universal Declaration of Human Rights (Deklarasi Universal tentang Hak-Hak Asasi Manusia).

Arah Dua Pola Kehidupan (12)

Untuk mempersiapkan era baru dalam orientasi niaga-laut yang akan mulai kita kembangkan dalam waktu dekat ini, peran penting pelabuhan samudera di berbagai tempat sangat nyata bagi kita. Kalau kita mulai dari pulau Jawa, yang menjadi konsentrasi sebagian besar penduduk Indonesia, maka beberapa buah pelabuhan samudera harus dibangun.

Arah Dua Pola Kehidupan (11)

Pada suatu ketika, beberapa perkembangan keadaan menuju kepada sebuah titik kulminasi yang bagi para sejarawan akan menjadi sangat menarik. Menurut Martin Van Bruinessen, ahli keIslaman yang sangat teliti itu, dalam abad 17 dan 18 masehi para pengikut tarekat Naqsyabandiah mulai mengadakan ekspansi.

Arah Dua Pola Kehidupan (10)

Dalam sebuah masyarakat agraris, hanya kepemimpinan kharismatik sajalah yang dapat berkembang dengan subur. Karenanya kita saksikan munculnya kepemimpinan kharismatik bahkan pada apa yang dianggap sebagai “gerakan modern”, misalnya pada kepemimpinan Soekarno di Indonesia.

Arah Dua Pola Kehidupan (9)

Pola agraris dari hidup kita itu sebagai bangsa, terasa juga pada masa pendudukan Jepang. Secara teoritik yang memimpin pemerintahan pendudukan Jepang atas Indonesia adalah Komando (Ryuku-gun) ke –16 dari bala tentara Jepang dibawah Jenderal Imamura, namun dalam kenyataan orientasi yang berkembang adalah orientasi agraris.