Gagasan Gus Dur - Kategori : Artikel-artikel Tentang Kebudayaan

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

69 Artikel

Demokrasi

108 Artikel

Budaya

112 Artikel

Antropologi

60 Artikel

Kunjungan dan Harapan

Sore itu penulis dan istri mengunjungi Prof BJ. Habibie, walaupun sangat terlambat tiba di rumahnya di bilangan Kuningan, ternyata ia masih menunggu.

Ideologi, Perikemanusiaan, dan Manusia

Di waktu jaya-jayanya pemerintahan Orde Baru, penulis dan teman-teman mendirikan Forum Demokrasi. Dalam forum itu bergabung aneka ragam manusia dengan ideologi masing-masing.

Dangdut, Sebuah Pemberontakan Massal?

Pada suatu pagi penulis naik kendaraan ke Surabaya, untuk menghadiri rapat umum “perkenalan” Partai Pelopor, yang dipimpin Rahmawati Soekarnoputri. Ternyata, penulis tidak dapat menemukan di mana tempat pertemuan itu berlangsung.

Pendidikan Islam Harus Beragam

Dalam sebuah dialog tentang pendidikan Islam, berlangsung di Beirut (Lebanon) tanggal 13-14 Desember 2002 yang diselenggarakan oleh Konrad Adenauer Stiftung, ternyata disepakati adanya berbagai corak pendidikan agama, hal ini juga berlaku untuk pendidikan Islam.

Mantra Pesantren dalam Krisis

Dalam perkembangan pesantren di negeri kita, terdapat banyak sekali legenda yang harus diteliti secara mendalam, termasuk dengan penelitian lapangan.

Kepala Kerbau: Budayakah Ia?

Beberapa tahun yang lalu penulis diundang mbak Mimis Katoppo, istri bung Aristides yang kini menjadi Pemimpin Umum harian Sinar Harapan. Undangan itu untuk menghadiri “pesta turun kapal” yang dilaksanakan awak kapal pencari ikan, setelah musim laut menjadi tenang kembali.

Ideologi Bagi Seorang Realis

Sewaktu penulis berkunjung ke RRT (Republik Rakyat Tiongkok) minggu, pertemuan dengan orang ini (yang penulis kenal dengan nama keluarga Guo saja, lengkapnya Guo Rongchang), adalah suatu jawaban atas apa yang dicarinya selama ini.

Dua Perspektif, Satu Persoalan

Setelah lebaran Idul Fitri tahun ini, para warga NU (Nahdlatul ‘Ulama) dibuat geger oleh pembunuhan atas diri KH. Asmuni Ishak. Beliau adalah seorang Kyai pendiam, dulunya pimpinan MWC (Majelis Wakil Cabang) NU Jatiroto di Lumajang.

Ekstrimisme Dalam Islam

Dalam sejarahnya yang sudah lebih dari 14 abad, Islam secara keseluruhan menggunakan cara-cara damai untuk mengembangkan ajaran. Dari permulaan sejarahnya, hubungan Islam dengan agama lain di bawah bimbingan Nabi Muhammad telah menunjukkan wajah damainya, sehingga menjadi terkenal apa yang dikemudian hari di ketahui bernama Piagam Madinah (Medina Charter).

Benarkah PETA Untuk Kyai?

Dalam tulisannya Letjen TNI (Purn.) Z.A Maulani mengemukakan bahwa pihak militer Jepang mempersiapkan tentara PETA (Pembela Tanah Air), didirikan dengan para Kyai sebagai Komandan Batalyon (dai-dancho)nya, sedangkan mereka yang tidak mempunyai basis massa di pesatren atau kaum Priyayi diangkat sebaga komandan kompi dan peleton (chodan-cho dan shudan-cho).