Gagasan Gus Dur - Kategori : Artikel-artikel Tentang Kebudayaan

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

63 Artikel

Demokrasi

71 Artikel

Budaya

65 Artikel

Antropologi

42 Artikel

Ulasan Piala Dunia 1994: Antara Kebanggaan dan Kekecewaan

Ketika Belgia dikalahkan dalam pertandingan semifinal putaran akhir piala dunia beberapa tahun yang lalu rakyat Belgia justru menyambut kepulangan mereka dengan penuh antusiasme. Mereka bersyukur atas kemampuan tim kesayangan mereka untuk sampai ke putaran tersebut, dan tidak melihat lebih jauh dari itu. Kekalahan pada level yang tidak terduga sebelumnya dapat diraih, adalah sebuah kehormatan. Bahkan putaran akhir Piala Dunia 1990 menyajikan kebanggaan rakyat Mesir akan prestasi tim nasional mereka, yang mampu menahan Belanda dengan angka seri 0-0. Padahal waktu itu ada trio top Marco van Basten, Ruud Gullit dan Frank Rijkaard. Tak heran bila Presiden Husni Mubarak langsung mengumumkan hari esoknya sebagai hari libur nasional.

Ulasan Piala Dunia 1994: SURUTNYA KEMAPANAN, PASANGNYA PENANTANG?

SALAH satu gejala menarik dari putaran akhir Piala Dunia 1994 adalah runtuhnya kejayaan kawasan Eropa Barat. Putaran perempat final masih diikuti Belanda dan Jerman Barat. Seimbang dengan perwakilan Eropa Selatan dan Eropa Tengah-Timur. Eropa Selatan menghadirkan Italia dan Spanyol, dan Eropa Tengah-Timur menghadirkan Bulgaria dan Rumania. Sedangkan Amerika Latin dan Eropa Utara hanya menghadirkan masing-masing satu kesebelasan, Brasil dan Swedia. Dalam perempat final, tidak satu pun wakil dari Eropa Barat hadir.

Ulasan Piala Dunia 1994: KEMENANGAN YANG MENGKHAWATIRKAN

KEMENANGAN Brasil dengan skor 1-0 atas Swedia dalam putaran semifinal Piala Dunia 1994 ternyata tidak begitu menggembirakan. Pelatih Carlos Alberto Parreira mencoba menutupi kecemasan orang itu dengan menyayangkan nasib sial Brasil yang tidak mencetak lebih dari satu gol ke gawang Swedia. Alasannya, karena kecemerlangan penjaga gawang Swedia Ravelli. Tidak disebut-sebut oleh Parreira tentang kehandalan pelatih Swedia Tommy Svensson, yang menciptakan benteng hampir-tak-tertembus Swedia itu. Ravelli hanyalah salah satu dari mata rantai pertahanan ciptaan Svensson tersebut.

Ulasan Piala Dunia 1994: SALING MENEKAN, HASILNYA BERBEDA

PERTANDINGAN semifinal Piala Dunia 1994 menghasilkan dua buah pola menyerang yang sangat menarik untuk diamati. Baik Bulgaria maupun Italia menyadari pentingnya arti serangan yang bergelombang untuk menembus barisan pertahanan tangguh di pihak lawan. Di pihak Bulgaria tiga orang penyerang digelar di depan, yaitu Letchov, Kostadinov  dan Stoichkov. Walaupun Stoichkov ditempatkan di gelandang kiri sebagai pemberi bola, tetapi demikian tinggi daya jelajahnya sehingga ia selalu berada di depan. Belum cukup demikian, empat gelandang yang melapisi serangan dari belakang diperintahkan untuk tidak ragu-ragu membantu serangan. Karenanya dapat dilihat bagaimana Iankov, Sirakov dan Balakov sangat rajin berpetualang ke depan dengan meletakkan Ivanov dan Tzvetanov sebagai penghubung vital antara garis belakang dan barisan penyerang. Bahkan pemain belakang Kiriakov juga sering berada di depan, guna memperkuat serangan Bulgaria.

Ulasan Piala Dunia 1994: SACCHI DAN DAYA JUANG ITALIA

PERTANDINGAN putaran perempat final antara Italia dan Spanyol mengundang kekaguman orang kepada daya juang Italia kali ini. Sekali lagi orang menyaksikan bagaimana tim Italia mampu merebut kemenangan dari kondisi yang tidak menguntungkan di menit-menit terakhir perandingan. Roberto Baggio kembali mempersembahkan kemenangan bagi timnya disaat orang menganggap hasil maksimal sudah  dicapai oleh Italia, yaitu seri dan pertandingan dilanjutkan 2x15 menit. Melihat kekuatan yang berimbang antara kedua tim, orangpun menduga hasilnya akan tetap sama dan pemenang harus ditentukan melalui adu pinalti.

Ulasan Piala Dunia 1994: KEBERUNTUNGAN SWEDIA, AKAN BERLANJUTKAH?

PERTANDINGAN perempat final Rumania-Swedia adalah sebuah tontonan yang mengasikkan. Keduanya sama-sama memiliki pertahanan tangguh yang tidak mengenal kompromi. Petrescu sebagai palang pintu sangat alot untuk dilewati. Patrik Anderson di pihak Swedia, bukan hanya pemain belakang tangguh, melainkan juga memiliki daya jelajah ke jantung pertahanan lawan, sebagai sayap gantung yang efektif.

Ulasan Piala Dunia 1994: TUMBANGNYA RAKSASA DAN MUNCULNYA PENANTANG

KEJUTAN terbesar dalam putaran perempat final Piala Dunia 1994 adalah tumbangnya raksasa sepakbola tim Jerman di tangan tim Bulgaria. Tim yang dipandang masuk ke putaran perempat final karena \"kebetulan\" menang karena adu pinalti atas Meksiko, ternyata memang benar-benar mampu menjadi \"pembunuh raksasa\". Hal itu terbukti dari penampilannya dalam babak penyisihan Pra Piala Dunia 1994 untuk membunuh \"raksasa sakit\" Perancis. Tetapi tidak kurang pula indikator dari fungsinya itu adalah bagaimana pihak Jerman mempersiapkan pertandingannya melawan Bulgaria itu.

Ulasan Piala Dunia 1994: KESALAHAN TAKTIS DICK ADVOCAAT

PERTANDINGAN perempat final Belanda-Brasil dapat dikatakan sebagai final yang sebenarnya (real final) dalam kompetisi akbar Piala Dunia 1994. Kalaupun ada pertandingan yang sama bobot dan kualitasnya,  setidak-tidaknya pertandingan Belanda-Brasil itu merupakan gambaran serunya pertandingan final, apabila terjadi antara kedua negara tersebut.

Ulasan Piala Dunia 1994 : JACKIE CHARLTON DAN STRATEGINYA

KEMENANGAN tim Belanda atas Irlandia dalam babak kedua kompetisi  Piala Dunia \'94 menyajikan dua buah strategi yang saling berbeda. Walaupun keduanya berlandaskan penguasaan teknis yang sempurna, kecepatan  yang tinggi dan disiplin yang ketat bagi para pemain, jalan yang ditempuh  kedua tim ternyata tidak sama.

Ulasan Piala Dunia 1994 : NIGERIA, HASIL KERJA WESTERHOF

KESEBELASAN Nigeria telah terhempas dari putaran kedua Piala Dunia 1994. Dikalahkan Italia setelah unggul hingga menit ke-89 dan perpanjangan waktu 2 x 15 menit, orang masih mendecakkan kagum kepada kepiawaian pemain-pemain berkulit hitam dari tepian barat benua Afrika itu. Kalau ada kata-kata kalah terhormat itulah yang dialami Nigeria. Dalam kekalahannya ia tetap dikagumi, bahkan oleh lawannya sekali. Ini tentu bukanlah ungkapan pelipur lara, tetapi merupakan modal untuk berprestasi dalam piala dunia yang akan datang.