Gagasan Gus Dur - Kategori : Artikel-artikel Tentang Kebudayaan

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

63 Artikel

Demokrasi

71 Artikel

Budaya

65 Artikel

Antropologi

42 Artikel

Ulasan Piala Dunia 1994 : ARGENTINA MENUJU KEMATANGAN

TERLEMPARNYA Argentina dari kompetisi Piala Dunia \'94 memang  mengejutkan, walaupun tidak mengherankan. Mengejutkan, karena Argentina  termasuk lima besar yang menguasai kompetisi akbar itu selama dua  dasawarsa terakhir ini. Penampilannya dalam ronde pertama Piala Dunia \'94  juga cukup baik. Bahkan masih memperlihatkan keangkeran tersendiri. Dua  ujung tombak Batistuta dan Caniggia bermain cemerlang, didukung Maradona  sebagai pembagi bola.

Ulasan Piala Dunia 1994 : BELANDA DAN EKSPERIMEN DICK ADVOCAAT

PERTANDINGAN Belanda-Belgia adalah contoh klasik dari sebuah keberanian melakukan eksperimentasi. Pelatih Dick Advocaat tetap menolak keinginan untuk menggantungkan nasib kepada salah seorang atau beberapa maha bintang, serperti Marco van Basten, Ruud Gullit. Permainan yang ingin dikembangkan dalah pembagian peranan secara lebih merata, dan kemampuan berpindah posisi di lapangan sesuai dengan kebutuhan.

Ulasan Piala Dunia 1994: ARRIGO SACCHI DAN KETEGARAN STRATEGINYA

PERTANDINGAN Italia lawan Norwegia menampilkan kelas tersendiri bagi Tim Italia, juara dunia tiga kali tim azzuri (biru-biru) yang kini berkostum biru putih. Seperti dalam Piala Dunia yang lalu, Italia memulai kompetisi sebagai pemula lambat (slow starter). Itu pun dalam kedudukan cukup buruk, dikalahkan 0-1 oleh Irlandia pada pertandingan pertama. Dengan tersisa dua pertandingan grup, Italia harus menang minimal untuk sebuah pertandingan dan seri pada pertandingan lainnya.

Pasangan Soeharto-Try dan Masa Depan Kita

SIDANG Umum MPR (SU MPR) 1993 telah berakhir. SU MPR itu, telah melaksanakan tugas utamanya, yaitu memilih Presiden/Mandataris dan wakilnya, dan menetapkan GBHN. Presiden Soeharto terpilih kembali, dan Jendral (Purn) Try Sutrisno ditetapkan menjadi Wakil Presiden.