Gagasan Gus Dur - Kategori : Artikel-artikel Tentang Kebudayaan

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

67 Artikel

Demokrasi

77 Artikel

Budaya

95 Artikel

Antropologi

46 Artikel

Ulasan Piala Dunia 1994: KEBERUNTUNGAN SWEDIA, AKAN BERLANJUTKAH?

PERTANDINGAN perempat final Rumania-Swedia adalah sebuah tontonan yang mengasikkan. Keduanya sama-sama memiliki pertahanan tangguh yang tidak mengenal kompromi. Petrescu sebagai palang pintu sangat alot untuk dilewati. Patrik Anderson di pihak Swedia, bukan hanya pemain belakang tangguh, melainkan juga memiliki daya jelajah ke jantung pertahanan lawan, sebagai sayap gantung yang efektif.

Ulasan Piala Dunia 1994: TUMBANGNYA RAKSASA DAN MUNCULNYA PENANTANG

KEJUTAN terbesar dalam putaran perempat final Piala Dunia 1994 adalah tumbangnya raksasa sepakbola tim Jerman di tangan tim Bulgaria. Tim yang dipandang masuk ke putaran perempat final karena \"kebetulan\" menang karena adu pinalti atas Meksiko, ternyata memang benar-benar mampu menjadi \"pembunuh raksasa\". Hal itu terbukti dari penampilannya dalam babak penyisihan Pra Piala Dunia 1994 untuk membunuh \"raksasa sakit\" Perancis. Tetapi tidak kurang pula indikator dari fungsinya itu adalah bagaimana pihak Jerman mempersiapkan pertandingannya melawan Bulgaria itu.

Ulasan Piala Dunia 1994: KESALAHAN TAKTIS DICK ADVOCAAT

PERTANDINGAN perempat final Belanda-Brasil dapat dikatakan sebagai final yang sebenarnya (real final) dalam kompetisi akbar Piala Dunia 1994. Kalaupun ada pertandingan yang sama bobot dan kualitasnya,  setidak-tidaknya pertandingan Belanda-Brasil itu merupakan gambaran serunya pertandingan final, apabila terjadi antara kedua negara tersebut.

Ulasan Piala Dunia 1994 : JACKIE CHARLTON DAN STRATEGINYA

KEMENANGAN tim Belanda atas Irlandia dalam babak kedua kompetisi  Piala Dunia \'94 menyajikan dua buah strategi yang saling berbeda. Walaupun keduanya berlandaskan penguasaan teknis yang sempurna, kecepatan  yang tinggi dan disiplin yang ketat bagi para pemain, jalan yang ditempuh  kedua tim ternyata tidak sama.

Ulasan Piala Dunia 1994 : NIGERIA, HASIL KERJA WESTERHOF

KESEBELASAN Nigeria telah terhempas dari putaran kedua Piala Dunia 1994. Dikalahkan Italia setelah unggul hingga menit ke-89 dan perpanjangan waktu 2 x 15 menit, orang masih mendecakkan kagum kepada kepiawaian pemain-pemain berkulit hitam dari tepian barat benua Afrika itu. Kalau ada kata-kata kalah terhormat itulah yang dialami Nigeria. Dalam kekalahannya ia tetap dikagumi, bahkan oleh lawannya sekali. Ini tentu bukanlah ungkapan pelipur lara, tetapi merupakan modal untuk berprestasi dalam piala dunia yang akan datang.

Ulasan Piala Dunia 1994 : ARGENTINA MENUJU KEMATANGAN

TERLEMPARNYA Argentina dari kompetisi Piala Dunia \'94 memang  mengejutkan, walaupun tidak mengherankan. Mengejutkan, karena Argentina  termasuk lima besar yang menguasai kompetisi akbar itu selama dua  dasawarsa terakhir ini. Penampilannya dalam ronde pertama Piala Dunia \'94  juga cukup baik. Bahkan masih memperlihatkan keangkeran tersendiri. Dua  ujung tombak Batistuta dan Caniggia bermain cemerlang, didukung Maradona  sebagai pembagi bola.

Ulasan Piala Dunia 1994 : BELANDA DAN EKSPERIMEN DICK ADVOCAAT

PERTANDINGAN Belanda-Belgia adalah contoh klasik dari sebuah keberanian melakukan eksperimentasi. Pelatih Dick Advocaat tetap menolak keinginan untuk menggantungkan nasib kepada salah seorang atau beberapa maha bintang, serperti Marco van Basten, Ruud Gullit. Permainan yang ingin dikembangkan dalah pembagian peranan secara lebih merata, dan kemampuan berpindah posisi di lapangan sesuai dengan kebutuhan.

Ulasan Piala Dunia 1994: ARRIGO SACCHI DAN KETEGARAN STRATEGINYA

PERTANDINGAN Italia lawan Norwegia menampilkan kelas tersendiri bagi Tim Italia, juara dunia tiga kali tim azzuri (biru-biru) yang kini berkostum biru putih. Seperti dalam Piala Dunia yang lalu, Italia memulai kompetisi sebagai pemula lambat (slow starter). Itu pun dalam kedudukan cukup buruk, dikalahkan 0-1 oleh Irlandia pada pertandingan pertama. Dengan tersisa dua pertandingan grup, Italia harus menang minimal untuk sebuah pertandingan dan seri pada pertandingan lainnya.

Pasangan Soeharto-Try dan Masa Depan Kita

SIDANG Umum MPR (SU MPR) 1993 telah berakhir. SU MPR itu, telah melaksanakan tugas utamanya, yaitu memilih Presiden/Mandataris dan wakilnya, dan menetapkan GBHN. Presiden Soeharto terpilih kembali, dan Jendral (Purn) Try Sutrisno ditetapkan menjadi Wakil Presiden.