Gagasan Gus Dur - Kategori : Artikel-artikel Tentang Demokrasi

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

66 Artikel

Demokrasi

77 Artikel

Budaya

87 Artikel

Antropologi

45 Artikel

Ras dan Diskriminasi di Negara Ini

Dalam perjalanan ke gedung TVRI saat subuh awal Februari 2003, penulis mendengar siaran sebuah radio swasta Jakarta yang menyiarkan dialog tentang masalah ras dan diskriminasi.

Politikus, Agamawan ataukah Aktivis

Sebenarnya penulis sangat segan mencantumkan judul di atas. Namun tidak ada jalan lain, karena di mana-mana penulis senantiasa ditanya orang, baik kawan maupun bukan.

KISAH SEBUAH NOSTALGIA

Ketika masih berusia 15 tahun, untuk pertama kalinya penulis meyaksikan sebuah kampaye Pemilihan Umum (Pemilu). Ketika itu, partai NU (Nahdlatul Ulama) mengelar kampanye di alun-alun utara kota Jogyakarta.

Indonesia-Muangthai: Sebuah Kemungkinan Memperluas Kerjasama

Seorang yang dekat dengan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra (dibaca,Cinawat) mengatakan pada penulis tentang ketidak-mengertian orang-orang Thai tentang tidak terlaksananya dua buah pokok yang telah disepakati antara Thailand dan Indonesia, yang pernah dicapai antara Perdana Menteri Thaksin dengan penulis, dalam kapasitas sebagai Presiden Republik Indonesia.

Benatkah Mereka Terlibat Terorisme?

Beberapa waktu yang lalu, penulis diwawancarai oleh wartawan dan Televisi SBS {Special Broadcast System) dari Melbourne, Australia di lapangan terbang Cengkareng, sekitar jam 5.30 wib. Ada tiga buah pertanyaan mendasar yang diajukan pada penulis.

Kaum Muslimin dan Cita-Cita

Soal cita-cita kaum Muslimin, tentu saja harus dipresentasikan dengan mendalam. Ini sesuai dengan kenyataan, bahwa kaum Muslimin terbagi dalam dua kelompok besar.

Benarkah Harus Ada Konsepnya?

Pertanyaan di atas haruslah diajukan kepada pemerintahan saat ini, yang tampaknya tidak memiliki konsep apa pun dalam menangani krisis multidimensi yang menghinggapi bangsa kita saat ini. Sebab kenyataannya, pemerintah tidak memiliki keberanian untuk mengambil satu sikap saja dalam setiap persoalan. Paling tidak, orientasi permasalahan tidak pernah memiliki kejelasan yang diperlukan, karena konsistensi pandangan yang diambil tidak diperhatikan.