Gagasan Gus Dur - Kategori : Artikel-artikel Tentang Demokrasi

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

66 Artikel

Demokrasi

77 Artikel

Budaya

87 Artikel

Antropologi

45 Artikel

Dwifungsi ABRI: Prinsip dan Cara (Bagian 1)

Oleh: Abdurrahman Wahid Dwifungsi ABRI telah memberikan bekas yang sangat mendalam bagi kehidupan kita sebagai bangsa. Apa yang dituduhkan pada Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)-(Sekarang TNI- red) di Aceh, umpamanya, adalah gambaran dari dalamnya bekas kesejarahan yang dimainkan oleh ABRI. Belum lagi sekian banyak peristiwa lain yang terjadi dalam sejarah Indonesia semenjak 32 tahun terakhir.

Konsep Keadilan

Tidak dapat dipungkiri, Al-qur\'an meningkatkan sisi keadilan dalam kehidupan manusia, baik secara kolektif maupun individual. Karenanya, dengan mudah kita lalu dihinggapi semacam rasa cepat puas diri sebagai pribadi-pribadi Muslim dengan temuan yang mudah diperoleh secara gamblang itu.

Demokrasi dan Terorisme Internasional

Upaya menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Centre (WTC) di New York dan Pentagon di dekat Ibu Kota Amerika Serikat, telah melumpuhkan untuk sementara waktu, urat-saraf penting di Negeri Paman Sam itu. WTC sebagai pusat saraf ekonomi dan Pentagon sebagai pusat saraf militer Amerika Serikat telah melumpuhkan keangkeran negara tersebut dalam tata pergaulan internasional.

Islam dan Dialog Antar Agama

Charles Torrey dalam disertasi doktornya di Universitas Heidelburg tahun 1880-an, mengemukakan bahwa Al-qur\'an mempunyai keistimewaan, berupa penggunaan istilah-istilah profesi untuk menyatakan keyakinan agama. Disebutkannya ayat; \"barang siapa memberikan pinjaman yang baik pada Allah, maka akan diberi imbalan berlipat ganda\" (man yuridhi al-Allaha qardlan hasanan fa yudhaa\'ifahu), yang berarti bukan sebuah transaksi kredit melainkan pelaksanaan amal kebajikan. Contoh lain, adalah; \"barang siapa menghendaki panenan yang baik di akhirat, akan Ku-tambahi panenannya\" (man kaana yuridhu hartsa al-akhirati nazid lahu fi-hartsihi), yang lagi-lagi menggunakan kata panenan sebagai penunjuk kepada amal kebajikan atau amal sholeh.

Islam dan Orientasi Bangsa

Yang paling banyak dilakukan orang adalah mengacaukan antara orientasi kehidupan sebuah bangsa dengan sebuah konsep, makanya sering ada kerancuan dengan menganggap adanya sebuah konsep negara dalam Islam. Atas dasar ini, orang pandai semacam Abul A\'la Al-Maududi, menganggap ideologi sebagai sebuah kerangka-pandang Islam. Karena itulah, ia lalu menganggap tidak ada nasionalisme dalam Islam, karena Islam bersifat universal bagi seluruh umat manusia. Tentunya, ini berhadapan dengan kenyataan bahwa sangat besar jumlah kaum muslimin yang memeluk nasionalisme, seperti mendiang Bung Karno. Pertanyaannya, dapatlah mereka dianggap kurang Islam dibanding ulama besar tersebut?

Anwar, Mahathir, dan Kita di Indonesia

Oleh Abdurrahman Wahid PADA tanggal 21 September 1998 penulis mendapat telepon dari Nasir Tamara. Ia meminta penulis bersedia mendukung surat Adnan Buyung Nasution ke Malaysia, yang isinya memprotes penangkapan Anwar Ibrahim oleh Pemerintah Malaysia. Penulis meminta dibacakan pernyataan protes itu, yang berkesudahan dengan hilangnya anak kalimat \"Anwar Ibrahim, seorang pejuang hak-hak asasi manusia\" dan tertinggal \"Anwar Ibrahim, mantan Wakil Perdana Menteri dan mantan Menteri Keuangan\".

Masa Depan Demokrasi di Indonesia

Oleh Abdurrahman Wahid DALAM era reformasi seperti sekarang ini timbul suatu pertanyaan; mungkinkah demokrasi di Indonesia dapat ditegakkan pada periode setelah pemilu yang akan datang? Jawaban atas pertanyaan di atas adalah tidak. Pernyataan ini tentulah mengejutkan banyak pihak, karena dalam kenyataan telah terjadi perubahan besar dalam panggung politik yang lebih memberikan peluang bagi tegaknya demokrasi seperti berdirinya beberapa partai politik yang hampir semuanya bertujuan menegakkan demokrasi. Partai-partai tersebut juga didukung oleh cendekiawan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), mahasiswa, serikat-serikat buruh, dan media massa. Siapa yang berani memberikan jawaban negatif atas pertanyaan di atas akan dimusuhi banyak orang. Hanya kejujuran yang murni sajalah yang dapat mendorong orang berbicara seperti itu secara terbuka dalam media massa.

Tuan Guru Faisal, Potret Kepribadian NU

DI Nusa Tenggara Barat (NTB) terdapat dua figur ulama besar yang sangat  menonjol dan berpengaruh. Yaitu, Tuan Guru Zainuddin (Pimpinan Nahdlatul  Wathan) dan Tuan Guru Faisal (Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama).

INDIVIDU, NEGARA DAN IDEOLOGI

Yayasan Soedjatmoko tanggal 3 Februari 1994 mengadakan Simposium Menyiapkan Diri Menuju Abad XXI di Jakarta, pada acara Peringatan Soedjatmoko. Dua makalah pada simposium tersebut, oleh Abdurrahman Wahid dan Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, dimuat Kompas di halaman 4, dan di halaman 5 dimuat tulisan Mohamad Sobary.

Megawati dan KLB PDI

KONGGRES Luar Biasa (KLB) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) berakhir tanpa hasil yang diharapkan. Forum tertinggi partai  berlambang kepala banteng itu secara praktisnya berakhir dengan kegagalan dan orang tetap tidak tahu bagaimana kemelut PDI akan diselesaikan.