Gagasan Gus Dur - Kategori : Artikel yang berhubungan dengan NU

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

69 Artikel

Demokrasi

108 Artikel

Budaya

112 Artikel

Antropologi

60 Artikel

Dimanakah posisi NU?

Dalam pertemuan warga NU – PKB di Hotel Sahid Jaya beberapa bulan yang lalu, diajukan sebuah pertanyaan kepada penulis: bagaimanakah pandangan penulis tentang peranan politik NU saat ini? Penulis menjawab, persoalannya sangat berkaitan dengan pandangan mereka tentang proses demokratisasi.

Apa yang Kau Cari, NU?

Judul di atas penulis ambil dari sebuah karya Asrul Sani –judul aslinya Apa yang Kau Cari Adinda?- yang notabene adalah pendiri LESBUMI (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) bersama Almarhum Usmar Ismail, yang merupakan salah sebuah organisasi dalam lingkungan NU (Nahdlatul ‘Ulama) menjelang munculnya Orde Baru.

NU dan Demokrasi

Nahdlatul ‘Ulama (NU) adalah organisasi sosial keagamaan yang sangat besar. Pihak-pihak yang berlainan memiliki perkiraan berbeda-beda mengenai jumlah warganya, ada yang mengatakan 35 juta orang, sementara Muhammadiyah memiliki warga 28 juta orang.

Tata Krama dan ‘Ummatan Wahidatan’

Dalam penerbitan perdana sebuah jurnal ilmiah bulanan Nahdlatul Ulama, yang diterbitkan pada 1928 dan bertahan sampai tahun 60- an, KH M. Hasyim Asy’ari menuliskan fatwa beliau: bahwa kentongan (alat dari kayu yang dipukul hingga berbunyi nyaring) tidak diperkenankan untuk memanggil shalat dalam hukum Islam.

Memang Tata Krama Itu Penting

Dalam penerbitan perdana sebuah jurnal ilmiah bulanan NU, yang diterbitkan tahun 1928 dan bertahan sampai tahun 60- an, KH M. Hasyim Asy’ari menuliskan fatwa beliau: bahwa kentongan (alat dari kayu yang dipukul hingga berbunyi nyaring) tidak dapat diperkenankan untuk memanggil sholat dalam hukum Islam.

NU dan Islam di Indonesia Dewasa Ini

Walaupun muncul cukup banyak tulisan tentang Nahdlatul Ulama (NU), namun belum ada tulisan yang secara tuntas menyoroti organisasi sosial-keagamaan ini melalui beberapa pendekatan yang saling berkait.

Gila NU, NU Gila

Pada suatu malam, setelah jam 01.00 WIB, dokter fahmi Dja’far Saifuddin menjemput penulis di rumah Jl.Kutilang, Cilandak. Maksudnya, adalah mengajak penulis ke Tanjung Priok, karena ada telepon agar kami berdua saat itu juga pergi ke sana.

NU, Muhamadiyah dan Pancasila

Pancasila akhirnya diakui sebagai dasar negara kita. Yang berbeda atasnya adalah penafsiran yang dilakukan orang. Walaupun kata Pancasila itu sendiri dikemukakan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, tetapi di luar penafsiran itu sikap yang diambil bangsa kita sesuai sepenuhnya dengan Pancasila.

NU dan PANCASILA

Dalam tahun 1936 Muktamar Nahdlatul Ulama di Banjarmasin membuat keputusan yang sangat unik, yang nantinya akan melandasi sikap NU terhadap ideology, politik, dan pemerintahan di Indonesia.

NU dan Paham Kebangsaan

Apa yang ingin dibicarakan dalam tulisan ini sebenarnya telah dibahasa dalam beberapa artikel penulis. Kerena ditanyai berkali-kali oleh orang, maka penulis membahasa sekali lagi hal-hal tersebut dalam sebuah artikel yang ada di tangan pembaca kali ini.