Gagasan Gus Dur - Kategori : Artikel yang berhubungan dengan NU

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

69 Artikel

Demokrasi

108 Artikel

Budaya

110 Artikel

Antropologi

51 Artikel

NU, Nasionalisme dan Politik

Kenyataan politik di bawah kolonialisme Belanda menyadarkan aktivis gerakan Islam dan gerakan nasionalis sebelum masa kemerdekaan. Dari kesadaran itulah lahir berbagai gerakan Islam, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

NU, Muktamar XXXI dan Demokratisasi

Tugas dan peranan NU masa depan adalah memimpin bangsa ke arah kejayaaan dan kebesaran, bukan sekedar menonton. Namun karena satu hal penulis melihat peranan demokratisasi yang seharusnya ditunjukkan dalam muktamar itu tampaknya gagal berperan demikian.

Kyai Mutamakkin dan Perubahan Strategi NU

Hampir-hampir tidak ada pihak yang mempersolakan strategi dasar yang diletakkannya bagi kepentingan umat dalam hubungan mereka dengan para penguasa.

NU, TNI, Dan Demokrasi

Oleh: Abdurrahman Wahid Dalam sebuah tulisan, penulis pernah menyatakan bahwa NU (Nahdlatul Ulama) memiliki dasar-dasar demokrasi dalam sejarahnya. Pertama, karena NU mendasarkan diri pada hukum Islam (fiqh), otomatis ia memperlakukan semua orang secara sama di hadapan hukum itu sendiri. Kedua, sejak 1952 dalam Muktamar Palembang para jajaran PBNU dipilih secara tebuka oleh para anggotanya. Bahkan, dalam Muktamar 1968 di Bandung, NU memilih KH. M. Bisri Syansuri sebagai Ra\'is Aam PBNU, yang beliau tolak karena penghormatan sangat besar kepada kakak ipar beliau KH. A Wahab Hasbullah. Beliau berkeras bahwa selama sang kakak ipar masih hidup, biarlah jabatan orang pertama di lingkungan NU itu dipegang sang kakak ipar dan beliau menjadi wakil Ra\'is A‘am.

Muhammadiyah-NU: Perbedaankah atau Perpecahan?

Oleh : KH. Abdurrahman Wahid Ketika Muhammadiyah didirikan pada tahun 1912, KH. M. Hasyim Asy\\\\\\\'ari dari Tebuireng, Jombang, menanyakan siapa pendirinya. Mendengar jawaban KH. Ahmad Dahlan, beliau ganti bertanya, adakah orang itu santri yang bersama beliau mengaji pada KH. Sholeh Darat (Semarang)? Ketika memperoleh kepastian bahwa KH. Ahmad Dahlan itu adalah orang yang dimaksud tersebut, beliau mengatakan tentu Muhammadiyah organisasi yang baik, karena tokoh pendiri tersebut adalah orang baik. Hal ini dapat kita benarkan, kalau kita ikuti sejarah Muhammadiyah. Tekanan pada pendidikan, kesehatan dan kegiatan-kegiatan sosial menunjukkan hal itu dengan nyata.

Tuan Guru Faisal, Potret Kepribadian NU

DI Nusa Tenggara Barat (NTB) terdapat dua figur ulama besar yang sangat  menonjol dan berpengaruh. Yaitu, Tuan Guru Zainuddin (Pimpinan Nahdlatul  Wathan) dan Tuan Guru Faisal (Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama).