Gagasan Gus Dur

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

67 Artikel

Demokrasi

77 Artikel

Budaya

95 Artikel

Antropologi

46 Artikel

Menyelesaikan Krisis Mengubah Keadaan

PERTENGAHAN Desember tahun ini, penulis bertemu sutradara Garin Nugroho di airport Adi Sutjipto, Yogyakarta, sambil menunggu pesawat terbang yang akan membawa kami ke Jakarta, Garin Nugroho dan penulis terlibat dalam pembicaraan mengenai cara mengatasi krisis multidimensi yang kita hadapi saat ini.

Memang Tata Krama Itu Penting

Dalam penerbitan perdana sebuah jurnal ilmiah bulanan NU, yang diterbitkan tahun 1928 dan bertahan sampai tahun 60- an, KH M. Hasyim Asy’ari menuliskan fatwa beliau: bahwa kentongan (alat dari kayu yang dipukul hingga berbunyi nyaring) tidak dapat diperkenankan untuk memanggil sholat dalam hukum Islam.

Fatwa Sebagai Tindakan Politik ?

Sekitar tahun 50 hingga 60-an NU (Nahdlatul Ulama) dituduh oleh sekelompok kalangan telah mengeluarkan Fatwa (pendapat agama) yang mendukung mantan Presiden Soekarno.

Bersumber Dari Pendangkalan

Pada Sebuah diskusi beberapa tahun yang lalu di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, penulis dikritik oleh Dr.Yusril Ihza Mahendra, sekarang Menteri Kehakiman dan HAM. Kata bang Yusril, ia kecewa dengan penulis karena bergaul terlalu erat dengan umat Yahudi dan Nasrani.

Bersabar dan Memberi Maaf

Dalam kitab suci Al-Qur’an dinyatakan “Wa al ‘ashri inna al – insana la fi khusrin illa al-ladzi na ‘amanu wa ‘amillu al-shaliathi wa tawashau bi alhaqi wa tawa shau bi al-shabr”

Syariatisasi dan Bank Syariah

Judul di atas keluar dari pengamatan penulis yang melihat proses “penyantrian” kaum muslimin di seluruh dunia Islam saat ini. Tentu saja, pendapat ini berdasarkan pengamatan sebelumnya, bahwa ratusan juta Muslimin dapat dianggap sebagai orang-orang “Islam statistik” belaka alias kaum muslimin yang tidak mau atau tidak dapat menjalankan ajaran-ajaran agama mereka.

Nasionalisme dan Penjualan Indosat

Sehari setelah demo karyawan Indosat, penulis bertemu ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Amien Rais, di lapangan terbang Soekarno-Hatta, Cengkareng. Dalam pertemuan itu, ia langsung berbicara tentang penjualan (divestasi) perusahaan tersebut. Dalam pandangannya, kita kehilangan sesuatu yang sangat strategis dalam penjualan perusahaan itu. Dikatakannya, Indosat memiliki arti strategis sangat mendasar dalam kehidupan kita.

Keraton Dan Perjalanan Budayanya

Dalam minggu keempat bulan Desember 2002, penulis atas undangan Susuhunan Pakubuwono XII dari Solo, melancong ke Kuala Lumpur untuk dua malam. Penulis memperoleh undangan itu, karena Sri Susuhunan juga diundang oleh sejumlah petinggi Malaysia guna merayakan ulang tahunnya yang ke 80. Ini menunjukkan, bahwa pengaruh Keraton Solo Hadiningrat masih kuat hingga ke negeri jiran, seperti Malaysia.

Kisah Sebuah Ayat

Dalam dialog agama Islam di sebuah TV swasta tanggal 27 Nopember 2002, di waktu sahur pagi, ada telepon dari pemirsa kepada kyai/ ustadz yang “jaga gawang.” Pertanyaan yang dilontarkan adalah, seorang pedagang sering “harus” berbohong, dengan menyatakan barang jualannya berkualitas baik, sedangkan dalam kenyatannya jauh kurang dari itu.

Kesabaran dan Kemurahan Hati

Kitab suci Al-Qur’an mengandung puluhan ayat yang mengajak dan memerintahkan kaum muslimin untuk bersikap sabar. Ayat terkenal sangat banyak jumlahnya, antara lain seperti “ Demi masa. Manusia senantiasa dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal shaleh, mengajak kepada kebenaran dan menyerukan kesabaran “ (wal as’hri inna al-insana la-insana la-fii khusrin illa al-ladzina ammanu wa’a’millu al-Sholihati wa tawa shu bil al-haqqi wa tawashu bi al shabri) jelas dari bunyi ayat, betapa besar tekanan diberikan atas kesabaran bagi kaum muslimin.