Gagasan Gus Dur

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

63 Artikel

Demokrasi

71 Artikel

Budaya

65 Artikel

Antropologi

42 Artikel

Benatkah Mereka Terlibat Terorisme?

Beberapa waktu yang lalu, penulis diwawancarai oleh wartawan dan Televisi SBS {Special Broadcast System) dari Melbourne, Australia di lapangan terbang Cengkareng, sekitar jam 5.30 wib. Ada tiga buah pertanyaan mendasar yang diajukan pada penulis.

Aceh, Kekerasan dan Rasa Kebangsaan

Dalam berbagai pernyataan, sejumlah pejabat pemerintah dalam pekan lalu menyatakan, pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menunjukkan tidak mau berunding dengan RI, dengan demikian GAM harus dianggap sebagai musuh bersenjata dan harus diserang. Kapolri bahkan menyatakan, Polri akan menambah personil di kawasan itu, guna menghadapi setiap kemungkinan.

Kaum Muslimin dan Cita-Cita

Soal cita-cita kaum Muslimin, tentu saja harus dipresentasikan dengan mendalam. Ini sesuai dengan kenyataan, bahwa kaum Muslimin terbagi dalam dua kelompok besar.

Benarkah Harus Ada Konsepnya?

Pertanyaan di atas haruslah diajukan kepada pemerintahan saat ini, yang tampaknya tidak memiliki konsep apa pun dalam menangani krisis multidimensi yang menghinggapi bangsa kita saat ini. Sebab kenyataannya, pemerintah tidak memiliki keberanian untuk mengambil satu sikap saja dalam setiap persoalan. Paling tidak, orientasi permasalahan tidak pernah memiliki kejelasan yang diperlukan, karena konsistensi pandangan yang diambil tidak diperhatikan.

Adakah Sistem Islami?

Dalam kitab suci Al-qur’an disebutkan: “masuklah kalian ke dalam Islam (kedamaian) secara penuh” (Udkhuluu fi al-Silmi Kaffah). Di sinilah terletak perbedaan pendapat sangat fundamental di antara kaum muslimin.

Perjuangan Pribadi dan Perjuangan Kolektif

Di Moskwa, terjadi penyanderaan atas ratusan orang Rusia oleh para pejuang muslim Chechnya. Mereka melakukan hal itu, karena ingin mendirikan sebuah negara Islam di kawasan tersebut, yang ditentang oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pentingnya Sebuah Arti

Di akhir November tahun lalu, penulis diundang oleh sebuah lembaga yang dipimpin Dr. Chandra Muzaffar untuk turut dalam sebuah diskusi di Malaysia. Karena tempat dan tanggal diskusi itu dirubah, penulis tidak dapat turut serta dalam pembahasan-pembahasan yang dilakukan.

Penafsiran Kembali “Kebenaran Relatif”

Dalam dialog dengan para mahasiswa di Samarinda akhir Januari lalu, seorang mahasiswa bertanya; mengapakah penulis tak mau menerima sesuatu yang dianggap sebagai pendirian Islam, umpamanya saja mengenai kehadiran “negara Islam”?