Gagasan Gus Dur

Karya tulis Gus Dur bertebaran di mana-mana. Rubrik ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan kembali berbagai tulisan Gus Dur tersebut.

NU

26 Artikel

Agama

63 Artikel

Demokrasi

71 Artikel

Budaya

65 Artikel

Antropologi

42 Artikel

Bersumber Dari Pendangkalan

Pada Sebuah diskusi beberapa tahun yang lalu di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, penulis dikritik oleh Dr.Yusril Ihza Mahendra, sekarang Menteri Kehakiman dan HAM. Kata bang Yusril, ia kecewa dengan penulis karena bergaul terlalu erat dengan umat Yahudi dan Nasrani.

Bersabar dan Memberi Maaf

Dalam kitab suci Al-Qur’an dinyatakan “Wa al ‘ashri inna al – insana la fi khusrin illa al-ladzi na ‘amanu wa ‘amillu al-shaliathi wa tawashau bi alhaqi wa tawa shau bi al-shabr”

Syariatisasi dan Bank Syariah

Judul di atas keluar dari pengamatan penulis yang melihat proses “penyantrian” kaum muslimin di seluruh dunia Islam saat ini. Tentu saja, pendapat ini berdasarkan pengamatan sebelumnya, bahwa ratusan juta Muslimin dapat dianggap sebagai orang-orang “Islam statistik” belaka alias kaum muslimin yang tidak mau atau tidak dapat menjalankan ajaran-ajaran agama mereka.

Nasionalisme dan Penjualan Indosat

Sehari setelah demo karyawan Indosat, penulis bertemu ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Amien Rais, di lapangan terbang Soekarno-Hatta, Cengkareng. Dalam pertemuan itu, ia langsung berbicara tentang penjualan (divestasi) perusahaan tersebut. Dalam pandangannya, kita kehilangan sesuatu yang sangat strategis dalam penjualan perusahaan itu. Dikatakannya, Indosat memiliki arti strategis sangat mendasar dalam kehidupan kita.

Keraton Dan Perjalanan Budayanya

Dalam minggu keempat bulan Desember 2002, penulis atas undangan Susuhunan Pakubuwono XII dari Solo, melancong ke Kuala Lumpur untuk dua malam. Penulis memperoleh undangan itu, karena Sri Susuhunan juga diundang oleh sejumlah petinggi Malaysia guna merayakan ulang tahunnya yang ke 80. Ini menunjukkan, bahwa pengaruh Keraton Solo Hadiningrat masih kuat hingga ke negeri jiran, seperti Malaysia.

Kisah Sebuah Ayat

Dalam dialog agama Islam di sebuah TV swasta tanggal 27 Nopember 2002, di waktu sahur pagi, ada telepon dari pemirsa kepada kyai/ ustadz yang “jaga gawang.” Pertanyaan yang dilontarkan adalah, seorang pedagang sering “harus” berbohong, dengan menyatakan barang jualannya berkualitas baik, sedangkan dalam kenyatannya jauh kurang dari itu.

Kesabaran dan Kemurahan Hati

Kitab suci Al-Qur’an mengandung puluhan ayat yang mengajak dan memerintahkan kaum muslimin untuk bersikap sabar. Ayat terkenal sangat banyak jumlahnya, antara lain seperti “ Demi masa. Manusia senantiasa dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal shaleh, mengajak kepada kebenaran dan menyerukan kesabaran “ (wal as’hri inna al-insana la-insana la-fii khusrin illa al-ladzina ammanu wa’a’millu al-Sholihati wa tawa shu bil al-haqqi wa tawashu bi al shabri) jelas dari bunyi ayat, betapa besar tekanan diberikan atas kesabaran bagi kaum muslimin.

Intinya Adalah Kejujuran

Pada minggu pertama Januari 2003, penulis menyampaikan pidato pada acara yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Australia Universitas Indonesia (UI).

Haruskah ada Pergantian Pemerintahan?

Dalam editorialnya tanggal 25 Januari 2003, harian ini menyatakan anggapan seharusnya pemerintah tidak perlu diganti. Megawati Soekarnoputri selaku Kepala Negara dan sekaligus Kepala Pemerintahan harus dipertahankan terus hingga Pemilihan Umum yang akan datang. Argumentasi yang dikemukakan untuk mendukung pandangan ini adalah, bahwa negeri kita telah dua kali mengalami pergantian pimpinan (dalam hal ini Presiden) dalam waktu sangat singkat.

Ekonomi Ditata Dari Orientasinya

Sejak kemerdekaan di tahun 1945, orientasi ekonomi kita banyak ditekankan pada kepentingan para pengusaha besar dan modern. Di tahun 1950-an, dilakukan kebijakan Benteng, dengan para pengusaha pribumi atau nasional memperoleh hampir seluruh lisensi, kredit dan pelayanan pemerintah untuk “mengangkat” mereka.