Menggagas Gus Dur

Rubrik ini berisi beragam karya mengenai pemikiran, gagasan, dan sosok K.H Abdurrahman Wahid yang ditulis oleh sahabat, murid, dan pengamat Gus Dur.

Budaya

35 Artikel

Isu Aktual

44 Artikel

Islam

16 Artikel

Gus Dur Telah Pergi

Franz Magnis-Suseno Meskipun tahu bahwa Gus Dur sakit-sakitan, saat kemarin Tuhan mengatakan, ”Gus, sudah cukup!”, mengagetkan juga. Banyak dari kita, khususnya tokoh dan umat berbagai agama di Indonesia, merasa kehilangan. Kita menyertai arwahnya dengan doa-doa kita agar ia dengan aman, gembira, dan pasti terheran-heran dapat sampai ke asal-usulnya.

Gus Dur Bapak Pluralisme

Gus Dur, sosok yang menjadi icon Indonesia berdamai telah mendunia dan terkenal ke segala penjur, beliau tidak berfikir bagaimana layaknya sebagai orang Indonesia namun malah berfikir bagaimana umumnya pemikiran manusia biasa berkembang sesuai dengan kodrat kemanusiaannya, inilah yang sampai sekarang menjadi pembicaraan orang banyak betapa Gus Dur begitu dicintai dan dielu-elukan sedemikian rupa berkat pluralism dan perdamaian yang beliau gagas baik dalam hal pemikiran maupun praktis berkehidupan sampai beliau menghembuskan nafas pada akhir tahun lalu tepatnya pukul 19.45 wib rabu malam kamis tanggal 30 Desember 2009,

Warisan Gus Dur

Gus Dur telah tiada. Terlalu banyak kenangan dan pelajaran yang saya peroleh dari sahabat dan mahaguru yang sangat saya hormati, kagumi, dan cintai itu. Dari Gus Dur, saya mewarisi wawasan kearifan mengenai makna kenegaraan, keagamaan, dan kemanusiaan dalam hakikat yang murni dan sejati.

Gus Dur, Sang Nomor Satu

Gus Dur telah tiada. Ketika hendak menjalani operasi gigi, keadaannya memburuk. Keterangan dokter kepresidenan menyebut Gus Dur mengalami komplikasi. Komplikasi yang memang menjadi bagian dalam hidupnya. Sakit gigi yang sulit disembuhkan di usianya yang sepuh. Gus Dur, dunia menyambut kepergiannya dengan banyak diskusi dan testimoni. Serta tentu tahlilan di kalangan ummat Nahdliyin dan upacara keagamaan lain.

Kontribusi Pemikiran Gus Dur dalam Pembentukan Gagasan Islam Nusantara

Ide Islam Nusantara menjadi hangat diperbincangkan oleh khalayak publik Islam Indonesia terutama setelah Nahdlatul Ulama (NU) menjadikan Islam Nusantara sebagai tema muktamarnya yang ke-33 lalu. Banyak pihak meresponnya dengan berbagai bentuk ekspresi, seperti adanya seminar dan diskusi oleh beberapa komunitas intelektual kampus maupun pesantren sampai berargumentasi di media massa dan media sosial mengenai term ide tersebut. Terlepas dari sikap pro maupun kontra, wacana Islam Nusantara telah menambah topik wacana keIslaman di Indonesia.

Pembaharuan Abdurrahman Wahid: Gagasan dan Strategi

Kesulitan pertama di dalam upaya membentangkan pemikiran-pemikiran Abdurrahman Wahid (selanjutnya Gus Dur, sesuai sebutan akrabnya) terletak pada luasnya spektrum yang menjadi minatnya selama ini. Gus Dur bukan seorang akademisi yang setia menghuni perguruan tinggi dan menumpahkan perhatiannya pada satu dua topik masalah saja. Ia adalah seorang cendikiawan-aktivis, dan boleh dikata juga, seorang eksiklopedis, dengan perhatian luas dan beragam, yang membentang mulai topik agama, filsafat, dan ilmu pengetahuan hingga soal-soal praktis seperti sepak bola dan film.

Bola Demokrasi

Almarhum atau swargi Gus Dur bukan hanya kiai, mantan Ketua PBNU, dan mantan Presiden. Semasa hidupnya, swargi Gus Dur juga seorang pencinta dan pengamat sepak bola yang andal. Ulasan bolanya tentang Piala Dunia sering menghiasi halaman pertama harian ini.

Orang Besar, dari Mana Datangnya?

KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur wafat. Sebuah pertanyaan terlintas, dari mana datangnya orang besar? Tidak dapat dimungkiri, terlepas dari ragam kontroversi, Gus Dur itu orang besar milik bangsa. Gus Dur sudah jadi milik semua, termasuk kalangan minoritas, yang mengusungnya sebagai tokoh pluralisme.

Gus Dur Magnet Silaturrahim

Saya sudah lupa hari dan tanggalnya, tetapi waktu itu adalah awal tahun 2001, saat saya menjabat sebagai menteri pertahanan di bawah kepresidenan Gus Dur.