Menggagas Gus Dur - Kategori : Budaya

Rubrik ini berisi beragam karya mengenai pemikiran, gagasan, dan sosok K.H Abdurrahman Wahid yang ditulis oleh sahabat, murid, dan pengamat Gus Dur.

Budaya

35 Artikel

Isu Aktual

44 Artikel

Islam

16 Artikel

Kontribusi Pemikiran Gus Dur dalam Pembentukan Gagasan Islam Nusantara

Ide Islam Nusantara menjadi hangat diperbincangkan oleh khalayak publik Islam Indonesia terutama setelah Nahdlatul Ulama (NU) menjadikan Islam Nusantara sebagai tema muktamarnya yang ke-33 lalu. Banyak pihak meresponnya dengan berbagai bentuk ekspresi, seperti adanya seminar dan diskusi oleh beberapa komunitas intelektual kampus maupun pesantren sampai berargumentasi di media massa dan media sosial mengenai term ide tersebut. Terlepas dari sikap pro maupun kontra, wacana Islam Nusantara telah menambah topik wacana keIslaman di Indonesia.

Pembaharuan Abdurrahman Wahid: Gagasan dan Strategi

Kesulitan pertama di dalam upaya membentangkan pemikiran-pemikiran Abdurrahman Wahid (selanjutnya Gus Dur, sesuai sebutan akrabnya) terletak pada luasnya spektrum yang menjadi minatnya selama ini. Gus Dur bukan seorang akademisi yang setia menghuni perguruan tinggi dan menumpahkan perhatiannya pada satu dua topik masalah saja. Ia adalah seorang cendikiawan-aktivis, dan boleh dikata juga, seorang eksiklopedis, dengan perhatian luas dan beragam, yang membentang mulai topik agama, filsafat, dan ilmu pengetahuan hingga soal-soal praktis seperti sepak bola dan film.

Bola Demokrasi

Almarhum atau swargi Gus Dur bukan hanya kiai, mantan Ketua PBNU, dan mantan Presiden. Semasa hidupnya, swargi Gus Dur juga seorang pencinta dan pengamat sepak bola yang andal. Ulasan bolanya tentang Piala Dunia sering menghiasi halaman pertama harian ini.

Gus Dur dan Inklusivisme NU

Dengan hanya mengenakan kaus oblong dan sarung, KH Sahal Mahfudz bersila. Beberapa ulama lain berbaring miring. Sebagian ada yang merokok. Suasana santai itu bukan waktu istirahat, tetapi justru mereka sedang membahas masalah penting bagi masa depan Nahdlatul Ulama.

Pemikiran Gus Dur Harus Dilanjutkan

Keberlangsungan ide dan pemikiran yang ditinggalkan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yaitu gigih memperjuangkan demokrasi dan pluralisme, menjadi tanggung jawab para pengikutnya.

Pers dalam Lipatan Kekuasaan

Adakah kebebasan pers di dunia ini? Pertanyaan itu bisa dipersempit lagi sebagai berikut; apakah ada kebeba¬san pers di Indonesia? Kalau ada, kebebasan apa yang sebenarnya diharapkan? Ini penting untuk dijawab, sebab berbagai komentar, kritikan dan hujatan pada pers biasan¬ya bermuara pada masalah kebebasan pers.

Gus Dur dan Le Petit Prince

Le petit Prince adalah salah satu buku kesukaan Gus Dur, dari sana pula ia mengajari kita cara berpikir.

Bergesernya Moderatisme NU

Bergesernya pendulum moderatisme Islam NU langsung maupun tidak langsung ikut menyuburkan gerakan Islamisme di berbagai daerah. Indikasinya paling tidak terlihat dari dua aspek; (1) Maraknya Perda bernuansa Syariat, dan (2) Tingginya tingkat intoleransi dan diskriminasi atas nama agama. Sejak era reformasi, intensitas Perda Syariat Islam dan tindakan intoleransi dan diskriminasi atas agama meningkat secara tajam