Menggagas Gus Dur

Rubrik ini berisi beragam karya mengenai pemikiran, gagasan, dan sosok K.H Abdurrahman Wahid yang ditulis oleh sahabat, murid, dan pengamat Gus Dur.

Budaya

35 Artikel

Isu Aktual

44 Artikel

Islam

16 Artikel

Bergesernya Moderatisme NU

Bergesernya pendulum moderatisme Islam NU langsung maupun tidak langsung ikut menyuburkan gerakan Islamisme di berbagai daerah. Indikasinya paling tidak terlihat dari dua aspek; (1) Maraknya Perda bernuansa Syariat, dan (2) Tingginya tingkat intoleransi dan diskriminasi atas nama agama. Sejak era reformasi, intensitas Perda Syariat Islam dan tindakan intoleransi dan diskriminasi atas agama meningkat secara tajam

Inspirasi dari Pemikiran Gus Dur

Walhasil, visi Gus Dur tentang Indonesia masa depan adalah negara-bangsa Indonesia yang demokratis, pluralis, toleran, dan humanis, yakni negara yang menjamin kedudukan yang sama bagi seluruh warga negara dari berbagai latar belakang agama, etnis, gender, aliran, bahasa, dan status sosial.

Gus Dur, Sang Saudagar Humor

Oleh Sudaryanto BANYAK orang mengenal sekaligus mengenang (alm) KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur-tanggal 30 Desember 2011 genap 2 tahun meninggal-sebagai tokoh pluralisme. Namun, hanya sedikit orang yang mengenal sekaligus mengenangnya, sebagai saudagar humor NU (Nahdlatul Ulama). Padahal, bicara tentang humor NU, jelas kita tak bisa melupakan the Godfather-nya, yaitu Gus Dur sendiri. Sejauh mana humor NU ala Gus Dur dikatakan menarik?

Melindungi Minoritas: Untuk 85 Tahun NU

Oleh Alamsyah M. Dja\'far Beragam kekerasan bernuansa agama yang terus meningkat sekarang ini menunjukan kaum minoritas betul-betul terancam. Sejumlah laporan dari lembaga-lembaga pegiat HAM dan pluralisme memperkuat data tersebut. Tiga tahun terakhir, debit keterancamannya makin tinggi manakala pemerintah lebih memilih politik \"pembiaran\" sebagai pilihan paling aman.  

Mengelola Generasi Nahdlatul Ulama

Bila NU berhasil mengelola munculnya generasi baru yang terdidik ini, maka kebesaran NU tidak hanya dilihat dari jumlah anggotanya yang banyak, tapi juga kemampuannya untuk mempelopori perubahan. Kepeloporan inilah yang belakangan mulai redup di dalam NU.

Mencangkok Kecerdasan Gus Dur

Oleh: Ilung S. Enha ADA satu hal yang belum sanggup kita urai tentang Gus Dur; dari manakah kecerdasan Gus Dur berasal? Teori genetika, tentulah bukan jawaban yang melegakan - bila itu kita berikan sebagai jawaban. Sebab model kecerdasan Gus Dur, kayaknya tak dimiliki oleh saudaranya yang lain. Bahkan tak sedikit orang tua jenius, justru memiliki anak-anak idiot atau setidaknya bodoh dan bebal. 

Ngobrol Bareng Gus Dur di Alam Kubur

Oleh Ali Mahmudi CH Pasca Gus Dur wafat, berbagai pemikirannya tak pernah surut diperbincangkan. Bahkan momen kedukaan itu menjadikan  daya magnetik terbesar guna mengenang gagasan pemikirannya. Dalam rangka mengenang beliau, tak hanya Yasinan dan Tahlilan saja yang dikumandangkan. Tetapi, banyak mereka yang mengkaji pemikiran-pemikirannya. Ini tak lazim dilakukan pasca kemangkatan orang biasa. Memperbincangkan Gus Dur seolah memang tak ada matinya. 

Orang China Yang Menangis di Makam Gus Dur di Hari Imlek

Oleh Elisabeth Ngatini Kupikir orang orang di sekitar makam yang sama seperti niatku mengunjungi makam, akan memandang asing dan heran aku dan Ibu yang China, tapi nyatanya tidak. Malah setelah acara doa ritual di makam, ada yang bilang kepadaku sudah biasa orang China datang ke Makam Gus Dur. Juga orang bule, orang lain agama. Itu karena Gus Dur pembela kaum minoritas. 

30 Desember 2010: Hari Humor Indonesia

Bahkan begitu lengser Gus Dur segera memberi kabar kepada para wartawan : \"Mulai esok, saya akan menceritakan lelucon-lelucon lagi.\" 

Terorisme, Islam, dan Gus dur

Oleh Cecep Hidayat Dalam pandangan Gus Dur, islam lebih tepat dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi terciptanya sistem yang berkeadilan dalam sistem kenegaraan di Indonesia. Bagi Gus Dur permasalahan ideology Negara sudah selesai sejak didirikannya Negara ini.