Menggagas Gus Dur

Rubrik ini berisi beragam karya mengenai pemikiran, gagasan, dan sosok K.H Abdurrahman Wahid yang ditulis oleh sahabat, murid, dan pengamat Gus Dur.

Budaya

35 Artikel

Isu Aktual

44 Artikel

Islam

16 Artikel

Makam Gus Dur Sederhana

Kalau demikian halnya, lalu biaya yang fantastis sebesar ± Rp180 miliar itu akan dipergunakan untuk apa? Pada akhir Maret 2010, saya diterima oleh Presiden SBY yang didampingi Mendiknas Prof DR Moh Nuh di Cikeas. Dalam kesempatan yang baik itu,saya sampaikan kesulitan yang dihadapi oleh Pesantren Tebuireng dan masyarakat sekitar pasca-adanya makam Gus Dur di dalam kompleks Pondok Pesantren Tebuireng.

Robohnya Kerukunan Beragama

Penganiayaan terhadap pengurus Gereja Huria Kristen Batak Protestan, Asia Lumban Toruan, tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga luka pada bangunan kerukunan beragama di Indonesia.

Menu Halal ala Seven Eleven

Garis nasib tak dapat ditolak. Dua Ramadhan terakhir saya berada di negeri seberang. Tahun 2009 saya di Thailand dan tahun 2010 di Jepang.

SKB 2 Menteri dan Perlindungan Minoritas

Isu bahwa Presiden Obama beragama Islam kembali mencuat di Amerika Seikat (AS).Pemicunya adalah sikap Obama terhadap rencana pembangunan masjid dan Islamic center di dekat Ground Zerodi daerah Manhattan yang merupakan lokasi serangan teroris 11 September 2001 lampau.

Kula Ndherek, Gus

Adalah Edy Yurnaedi almarhum. Suatu siang, pada 1987, wartawan Majalah Amanah itu bergegas masuk ke ruang redaksi di Jalan Kramat VI Jakarta. Dengan wajah gembira dia meminta beberapa redaktur, di antaranya saya, mendengarkan laporannya. Dia baru selesai mewancarai KH Abdurrahman Wahid di Kantor PBNU. Topik wawancaranya adalah pluralitas internal umat Islam Indonesia.

Imlek, Valentine, dan Gus Dur

Selamat hari raya Imlek bagi yang merayakan. Begitu istimewa perayaan Imlek kali ini, yang tepat pada 14 Februari 2010, bersamaan dengan Hari Kasih Sayang, Valentine\'s Day. Berkat kasih sayang dan perjuangan (alm) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) semasih menjabat presiden ke-4 Republik Indonesia, warga etnik Tionghoa di Indonesia bisa merayakan Imlek dengan terbuka tanpa ancaman.

Warisan Gus Dur

Gus Dur telah tiada. Terlalu banyak kenangan dan pelajaran yang saya peroleh dari sahabat dan mahaguru yang sangat saya hormati, kagumi, dan cintai itu. Dari Gus Dur, saya mewarisi wawasan kearifan mengenai makna kenegaraan, keagamaan, dan kemanusiaan dalam hakikat yang murni dan sejati.

Filosofi Semar dan Makrokosmos Gus Dur

Semar dalam dunia pewayangan adalah manusia setengah dewa penjelmaan Sang Hyang Ismaya. Semar sendiri berasal dari kata tan samar, artinya tidak tertutupi oleh tabir. Terang trawaca cetha tur wela-wela sangat jelas tanpa terselubungi sesuatu. Semar adalah sosok yang nyata dan tidak nyata. Ada dalam tiada, tiada tetapi ada. Keberadaannya memang dimaksudkan untuk menjaga ketentraman di muka bumi (memayu hayuning bawana) dan ketentraman antar sesama umat manusia (memayu hayuning sasama). Sebagai titah  atau makhluk Semar mengemban amanat untuk ngawula (mengabdi) berupa dharma atau amalan baik kepada bendara alias juragan bin majikan, juga kepada bangsa dan negara. Ini dibuktikan ketika Jonggring Saloka kayangan para dewa bergejolak, maka Semar turun tangan lewat Semar Mbangun Kayangan (Semar membangun Kayangan). Begitu muncul ketidakadilan dan ketidakbenaran sistem, maka Semar pun tergerak dalam Semar Gugat (Semar Menggugat), dan masih banyak lagi.

Gus Dur Presiden Rakyat

Tulisan ini hanyalah persaksian penulis terhadap sebagaian kecil dari aktifitas KH Abdurrahman Wahid, bila dalam perbandingan hanyalah setitik debu di dalam makrokosmos bintang bintang. Namun pengalaman bersama Gus Dur  penulis banggakan sepanjang masa. Mendengar dari dongeng Mbah saya tentang Tebuireng, tentang perjuangannya dan tentang karomahnya KH Hasym As`ary dari penyaksianya semenjak Mbah nyantri sampai mengabdikan hidupnya di Pondok Pesantren Tebuireng memformat pikiran saya untuk bisa mengabdi kepada Gus Dur.

Setop Penutupan Gereja!

Setidaknya, ada beberapa hal yang menurut penulis bisa dilakukan untuk mengatasi problem di atas. Pertama, pemerintah dan aparat terkait harus didesak kembali menjalankan fungsinya sesuai Perber Dua Menteri. Mereka tak boleh lepas tangan dan terkesan tersandera dengan pressure massa. Kedua, perlu usaha-usaha untuk meninjau kembali peraturan yang selama ini sering dipakai bargaining aksi persekusi. Ketiga, mengusut tuntas para pelaku perusakan gereja. Keempat, terkait pencabutan IMB oleh pemerintah daerah setempat perlu dilakukan langkah-langkah hukum seperti berhasil dilakukan HKBP Cinere atas keputusan wali kota Depok. Kelima, perbaikan kualitas komunikasi antara pihak gereja dan masyarakat sekitar.