Singapura, 15 Januari 2001 16:07
Perdana Menteri Singapura Goh Chok Tong mengatakan, sebagai dua negara yang bertetangga dekat, Singapura dan Indonesia sudah seharusnya saling memperkuat hubungan dan kerjasama yang erat.
 
Goh menyatakan hal itu di Pulau Jurong, Singapura, Senin, saat bersama Presiden Abdurrahman Wahid meresmikan pengiriman gas alam pertama melalui pipa bawah laut dari Natuna Barat (Indonesia) ke Singapura. "Kerjasama yang erat diperlukan untuk membawa rakyat kedua negara ke masa depan yang lebih baik," kata Goh.
 
Pernyataan Goh tersebut juga sebagai penegasan bahwa antara Singapura dan Indonesia tidak ada masalah dalam hubungan bilateral.
 
Sebelumnya keharmonisan kedua negara sempat terganggu oleh pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid waktu melakukan kunjungan ke Singapura sekitar dua bulan lalu yang menyatakan kecewa terhadap Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yeuw, serta mengganggap Singapura hanya mementingkan diri sendiri dan melecehkan bangsa Melayu.
 
Ekspor gas alam dari Indonesia ke Singapura dialirkan melalui pipa sepanjang 656 kilometer berdasarkan kontrak antara Pertamina (Indonesia) dan Sembcorp Gas, Singapura, dengan nilai kontrak pertama sebesar 1,5 miliar dolar AS.
 
Gas alam sejumlah 325 juta kaki kubik per hari siap dikirim ke Singapura dalam kurun waktu 22 tahun.
 
Sumber: http://arsip.gatra.com/2001-01-17/artikel.php?id=3001