Jakarta, 29 Juni 2001

PESAWAT tua Boeing 707 milik TNI Angkatan Udara disiagakan di Pangkalan Halim Perdanakusuma, Jakarta, Ahad pekan lalu. Pukul 21.30, burung besi buatan 1970-an ini akan membawa Presiden KH Abdurrahman Wahid dan rombongan ke Australia. Pemerintah Australia telah mengumumkan kepastian kunjungan Gus Dur, akhir pekan lalu.

Dalam lawatan kali ini, presiden disertai rombongan 45 orang. Gus Dur dijadwalkan mendarat di Bandara Militer Royal Australian Air Force, Canberra, Senin pukul 09.30 waktu setempat. Begitu mendarat, Presiden Wahid akan disambut Gubernur Jenderal Sir William Deane dan Menteri Luar Negeri Alexander Downer.

Dalam agendanya, selain melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri John Howard, Gus Dur juga akan bertemu Ketua Partai Oposisi, Kim Beazley. Setelah dua hari di Australia, presiden akan terbang ke Selandia Baru, untuk kunjungan kenegaraan selama sehari.

Sepulang dari Selandia Baru, Gus Dur mampir sehari di Darwin, Australia, menghadiri forum bisnis. Hari berikutnya, presiden terbang ke Filipina. Di sana, ia akan bertemu Presiden Gloria Macapagal-Arroyo di Istana Malacanang, Manila. Sore harinya, Gus Dur akan kembali ke Tanah Air.