Buto Cakil Pembayar Demonstran

Punakawan selalu digambarkan sebagai kesatria. Musuhnya jelek-jelek semua, misalnya Buto Cakil. Punakawan sering diculik, dibawa berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Tapi menurut Ki Tedjo, sekarang semuanya serba tak jelas. Prilaku kesatria pun tak jelas, yang jadi Punakawan pun tak jelas, yang disebut istana pun tak jelas.

Sebab saat ini masih banyak istana, ada yang di Cendana, ada yang di sana, pokoknya di mana-mana.

"Supaya rakyat tentram, mbok ya (para elite politik) itu kalau berantem caranya yang cerdaslah. Rakyat seperti kita ini kan juga perlu tahu, bukan begitu Gus?"

"Sebelum tahu istananya, harus tahu dulu siapa demonstrannya," jawab Gus Dur.

"Ya, sebelum tahu demonstrannya, harus tahu dulu siapa yang membayarnya".

Tanya Ki Tedjo: "Yang membayar para demonstran, siapa Gus?"

"Buto Cakil..." jelas Gus Dur.