Khazanah Kiai Bisri Syansuri; Pecinta Fiqh Sepanjang Hayat

Kiai Bisri Syansuri adalah orang besar, karena ia lebih besar dari kehidupan sehari-hari manusia umumnya. Dari riwayat dan kisah perjuangan hidupnya tidak salah kalau disimpulkan posisi Kiai Bisri Syansuri sebagai seorang ulama pecinta, penganut, dan pengamal fiqh. Posisi tersebut mengandung fungsi perjuangan dan edukatif sekaligus dalam kehidupan. Ia berperan sebagai guru yang mengajarkan bacaan al-Quran kepada para santri yang masih berusia sangat muda hingga akhir hayatnya. Ia juga berperan dalam kancah politik di tingkat nasional dalam proses pengambilan keputusan-keputusan yang menentukan jalannya kehidupan bangsa.

Sebagai penganut, pecinta, dan pelaksana hukum fiqh sejati dapat kita melihat konsistensinya dalam teori dan praktek hukum fiqh. begitu tuntas arti hukum fiqh pada diri Kiai Bisri syansuri sehingga sikapnya kepada orang lain termasuk anak cucu sendiri, sepenuhnya dilaksanakan pada ketentuan-ketentuan fiqh. dengan demikian, kelugasan (zakelijkheid) adalah watak pergaulannya yang dimilikinya itu tidaklah bersumber pada norma-norma dan ethos kemasyarakatan sarwa berperhitungan (rechenhaftigkeit) yang melandasi kelugasan dalam pola pergaulan masyarakat kapitalis.

Ia tercermin dalam perlakuannya yang adil kepada siapa pun dalam urusan apa pun dan kemampuan melayani orang lain dalam perlakuan yang baik dalam kedudukan sosial masing-masing, tanpa mengorbankan arti dirinya sendiri sebagai seorang ulama besar. Ia juga muncul dalam kesediaan menjadi titik pusat kesadaran umat yang dipimpinnya dikala menghadapi cobaan-cobaan berat, dengan tidak pernah ada tanda-tanda menghiraukan sedikit pun risiko yang mungkin terjadi atas diri pribadinya.