Bapak Tionghoa Indonesia

Buku kecil ini hanyalah sebuah rangkuman dari beberapa kisah, berbagai data dan berbagai tanggapan terhadap sosok Gus Dur dan perjuangannya demokrasi, penegakan prinsip-prinsip hak asasi manusia, pembelaan pada minoritas, dan pengakuan pada minoritas, pengakuan pada pluralisme, serta penghormatan yang sebesar-besarnya pada manusia dan kehidupannya, khususnya yang berhubungan dengan kelompok minoritas keturunan Tionghoa Indonesia.

Perjuangan dan pergaulan Gus Dur terhadap keturunan Tionghoa Indonesia pada dasarnya telah dimulai secara aktif sejak era 1970-an, yaitu sejak Gus Dur secara intensif sudah berada di Jakarta setelah kepulangannya dari pengembaraan panjang mengejar ilmu di luar negeri.

Lebih tegas lagi, semenjak Gus Dur mulai aktif menulis dalam berbagai kolomdalam majalah Kompas serta mengahdiri berbagai undangan seminar. Dan jalinan pergaulan serta perjuangan ini terus berlanjut sampai Gus Dur wafat.

Begitu heroiknya perjuangan Gus Dur dalam memperjuangkan nasib kelompok keturunan Tionghoa Indonesia, dan begitu besarnya hasil yang telah dicapai oleh Gus Dur yang yang ia persembahkan pada kelompok keturunan Tionghoa, maka sudah wajar bila kalangan masyarakat keturunan Tionghoa kemudian menobatkan Gus Dur sebagai Bapak Tionghoa Indonesia.