Di Balik Sarung Presiden; Pledoi Dari Matador Hingga Kalijogo

Di Balik Sarung Presiden; yang ditulis oleh M. Luqman Hakiem MA ini, merupakan "renungan sufistik" atas ungkapan, tindakan, dan "kontroversi" yang selama ini dilakukan oleh Gus Dur. Inilah sebuah pledoi, hikmah, sekaligus kearifan di tengah pengadilan sejarah yang bisa kita baca , bukan dari sekedar logika, tetapi dengan matahati, pancaran jiwa dan cermin kalbu dunia sufi.

Buku ini merekam ungkapan paling sunyi, paling tersembunyi dari sosok seorang Presiden Gus Dur, ketika baru mendayungkan sampan menuju Indonesia beradab, dia harus dihantam oleh gelombang demi gelombang , sampai pada arus putaran gelombang paling dahsyat. Lalu di sana ada sekelebat cahaya, yang mempertemukan nilai-nilai ilahiyyah Shufiyah dengan gerak-gerik historis Indonesia.

Dari Sunan Kalijogo, Gus Dur menserap nilai-nilai ketegasan hukum tanpa dendam, kebijakan kultural, dan demokrasi dunia wali. Sementara dari Syeh Siti Jenar, Gus Dur menserap keberaniannya, termasuk dalam menghadapi eksekusi para wali sendiri, bahkan berani untuk dituduh kontroversi. Dua pribadi yang menyatu dalam dirinya: Seorang Kiai dan seorang Presiden.