Gila Gus Dur, Wacana Pembaca Abdurrahman Wahid

Dengan model pengamatan, para pembaca Gus Dur memiliki dua pilihan orientasi, atau sebetulnya bukan pilhan melainkan dua kemungkinan yang bisa dikombinasikan.

Yaitu, pertama, pembaca mendekati pandangan dunia, atau ideologi, atau kepentingan yang dominan di dalam pengamatan para pembaca Gus Dur. dan kedua, pengamat dapat mengungkapkan --dalam persepektif Barthesian-- "suara-suara yang terpendam" di dalam pengamatan tersebut dan kemudian pengamat bisa mengembangkan interpretasi lagi dengan mengaitkannya dengan data-data lain dari berbagai disiplin ilmu.

Dari kombinasi dua orientasi seperti itu, akan selalu "tercipta" persepektif-persepektif baru yang dinamis untuk memperkaya khazanah ilmu-ilmu sosial dan humaniora di negara kita, dan pada gilirannya akan meningkatkan harkat berperadaban kita sebagai bangsa yang berdaulat.

Begitulah menganalisis wacana tentang Gus Dur dapat menjadi wilayah produktif tersendiri bagi kemajuan diskursus ilmu-ilmu sosial, kepolitikan, dna kebudayaan di Indonesia kontemporer.

Dan tepat di titik inilah, kehadiran buku yang ada dihadapan para pembaca ini menjadi signifikan. Selamat membaca.