Gus Dur di antara Keberhasilan & Kenestapaan

Pada era reformasi, Gus Dur kembali mencuat dengan manuver-manuver politiknya yang kontroversial terutama ketika semua orang menyisihkan Soeharto, ia malah menariknya ke tengah arena. Ketika pra masa kampanye Pemilu 1997, ia pun dengan manis berpindah dari satu bunga pemimpin bangsa masa depan ke bunga yang lain tanpa risih.

ketika peristiwa Ketapang, Ambon, Kupang, ia beruara lain dari yang lain, setelah itu semua reda Gus Dur pun gabung dengan CSIS, sebuah lembaga yang pada awal Orde Baru menopang kekuasaan rezim Soeharto, dan Gus Dur pun terus bergerak hingga ia menjadi Presiden dan lalu dilengserkan secara politis oleh anggota MPR.

Para pembela Gus Dur, menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Gus Dur itu tiada lain hanya untuk kepentingan bangsa, karena Soeharto dan kroninya di mata Gus Dur masih dianggap kekuatan politik nyata, oleh sebab itu mereka harus dilibatkan dalam proses rekonsiliasi nasional untuk mengatasi krisi.

Apa yang dilakukan dan diusahakan Gus Dur dalam menjada keutuhan bangsa di saat Krisis multidimensi, mungkin bagi sebagian orang dirasa tidak ada hasil yang memuaskan, dan penilaian semacam itu suatu hal yang wajar terjadi. namun terlepas dari pro dan kontra atas apa yang dilakukan oleh Gus Dur, buku ini mencobamengupas berbagai langkah politik dan pemikiran NU-Gus Dur yang telah mewarnai perpolitikan nasional.