Gus Dur Versus Militer, Studi tentang Hubungan Sipil-Militer di Era Transisi

Masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)- yang berlangsung dari Oktober 1999-Juli 2001- ditandai banyak kontroversi. Tidak saja pernyataan-pernyataannya menimbulkan pro-kontra, tetapi juga sikap-sikap politiknya.

Salah satu yang menarik untuk dicermati ialah ucapan dan sikap politik Gus Dur menyangkut reposisi/transformasi lembaga TNI/POLRI dan kaitannya dengan supremasi sipil.

Ucapan dan sikap Gus Dur terhadap militer, ternyata mengantarnya ke tubir percaturan politik tingkat tinggi. Tidak bisa dihindari, Gus Dur akhirnya berhadapan secara frontal dengan militer. Puncaknya, ketika Gus Dur akhirnya terpaksa mengambil keputusan politis untuk membekukan DPR dan memberlakukan Dekrit Presiden, secara kelembagaan, ia tidak mendapat dukungan pejabat dan petinggi militer. Akibatnya, Gus Dur terjungkal dan mesti hengkang dari istana kepresidenan.

Buku ini merupakan hasil studi pertama secara ilmiah mengangkat kasus Gus Dur vs Militer sebagai objek formal untuk meneropong hubungan sipil-militer di era transisi. Penting menjadi referensi kalangan politis, militer, akademi militer, pengamat masalah sosial-pertahanan-keamanan, dan siapa saja yang meminati topik hubungan sipil-militer.