Hermeneutika Gadamerian Kuasa Bahasa dalam Wacana Politik Gus Dur

Dalam komunikasi sosial yang ditandai oleh kesenjangan sosial, politik, ekonomi, dan budaya, bahasa adalah alat yang cukup penting dalam mereproduksi kesenjangan tersebut, sehingga bahasa bukan hanya sekedar alat komunikasi, tetapi juga media dominasi dan kekuatan sosial.

Bahasa tampil sebagai representasi dari deployment (pagelaran) berbagai macam kekuatan, oleh karena itu, bahasa lantas dilihat pula sebagai salah satu space (ruang) di mana konflik sebagai kepentingan, kekuatan, proses hegemoni dan counter-hegemony terjadi.

Dalam buku ini menyajikan kajian kekuatan bahasa  dalam wacana politik di era kekuasaan Gus Dur sebagai presiden RI ke-4, dengan menjadikan hermeneutika Gadamerian sebagai pisau analisisnya.