NU & Pancasila

Buku ini memang menyajikan diskursus tentang penerimaan NU terhadap Pancasila sebagai asas setiap organisasi kemasyarakatan, bentuk final negara NKRI, dan keluarnya NU dari keanggotaan partai politik (PPP), yang ditettapkan pada Muktamar NU ke-27 tahun 1984, di Situbondo.

Suatu proses pergulatan yang kemudian dikenal dengan adagium "Kembali ke Khittah 1926". Sedangkan Pancasila dalam pandangan Gus Dur selaku Ketua Umum PBNU pada saat itu, mengatakan:

“Saya akan mempertaruhkan Pancasila yang murni dengan jiwa raga saya, terlepas dari kenyataan bahwa ia tidak jarang dikebiri atau dimanipulasi, baik oleh segelintir tentara atau sekelompok umat Islam,” 

Namun demikian, yang menarik untuk ditelaah (kembali) di dalam buku ini ada proses historis penerimaan NU terhadap Pancasila, penggunaan kaidah-kaidah agama (usul fiqh) sebagai landasan, dan sekaligus peng-implementasiannya dalam praksis ke-jam'iah-an.