Artikel dengan tag "Agama"

Menelisik Akar-Akar Ritus Kekerasan Agama

Kekerasan akhir-akhir ini kerap disandingkan dengan agama. Selain alasan penyerangan berkisar soal agama, pelakunya juga memakai simbol agama. Kekerasan etnis-agama-migrasi yang dominan pada masa transisi -seperti dilansir United Nations Support Facility for Indonesian Recovery (UNSFIR) pada 2002-kini hanya didominasi agama saja. Kekerasan agama juga menjadi pusat perhatian setelah beberapa lembaga melansir laporan situasi kehidupan beragama dan berkeyakinan di Indonesia. Di laporan ini terungkap kekerasan dilakukan sebagai salah satu respons terhadap perbedaan penafsiran dan sikap keagamaan sebuah kelompok.

Oligarki Penafsiran Agama

MUSYAWARAH Nasional Ke-7 Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berlangsung baru-baru ini di Jakarta (26-29 Juli 2005) telah mengeluarkan fatwa yang dipandang oleh sejumlah tokoh agama sebagai kurang bijak dan hegemonik.

Nalar Negara Agama dalam Penyelesaian Ahmadiyah

saya tidak yakin langkah mengagamakan Ahmadiyah akan menyelesaikan persoalan Ahmadiyah. Memang, untuk sementara kelompok-kelompok radikal anti-Ahmadiyah akan menyambut gembira keputusan ini. Meskipun Ahmadiyah tidak dibubarkan, namun mereka akan merasa cukup puas jika Ahmadiyah bisa dipaksa untuk murtad.Pertanyaannya, apa yang akan terjadi setelah itu? Boleh saja Negara secara adminsitratif memaksa orang-orang Ahmadiyah keluar dari Islam, tapi Negara pasti tidak bisa menghilangkan keyakinan mereka terhadap Islam (versi Ahmadiyah). Mereka tidak mungkin bisa meninggalkan shalat, mengucapkan assalamu\'alaikum, membaca syahadat, membaca al-Quran, membangun masjid sebagai tempat ibadah, berpuasa, pergi haji dan sebagainya.

Islam, Agama Populer atau Elitis?

Oleh Abdurrahman WahidPADA tahun 1950-an dan 1960-an, di Mesir terjadi perdebatan sengit tentang bahasa dan sastra Arab, antara para eksponen modernisasi dan eksponen tradisionalisasi. Dr Thoha Husein, salah seorang tunanetra yang pernah menjabat menteri pendidikan dan pengajaran serta pelopor modernisasi, menganggap bahasa dan sastra Arab harus mengalami modernisasi, jika diinginkan ia dapat menjadi wahana bagi perubahan-perubahan sosial di zaman modern ini. Ia menganggap bahasa dan sastra Arab yang digunakan secara klise oleh sajak-sajak puja (al-madh) seperti bahasa yang digunakan dalam dziba\'iyyah dan al-barzanji sebagai dekadensi bahasa yang justru akan memperkuat tradisionalisme dan menentang pembaruan. Dari pendapat ini dan dari tangan Dr Thoha Husein, lahir para pembaru sastra dan bahasa Arab yang kita kenal kini.

Semata-mata dari Sudut Hukum Agama

Oleh H. Abdurrahman Wahid KONFLIK Teluk, yang sekarang pecah menjadi Perang Teluk, dilihat dari sudut mana pun adalah sebuah tragedi berskala besar, karena berkesudahan pada perusakan besar-besaran, kalau tidak berupa jiwa dalam jumlah sangat besar. Belum lagi trauma psikologis yang diakibatkannya. Dan juga dislokasi sumber-sumber ekonomi dunia yang ditimbulkannya, terutama atas kerugian yang secara komparatif lebih besar lagi bagi negara-negara berkembang daripada bagi negara-negara industri maju.