Artikel dengan tag "Dari"

Inspirasi dari Pemikiran Gus Dur

Walhasil, visi Gus Dur tentang Indonesia masa depan adalah negara-bangsa Indonesia yang demokratis, pluralis, toleran, dan humanis, yakni negara yang menjamin kedudukan yang sama bagi seluruh warga negara dari berbagai latar belakang agama, etnis, gender, aliran, bahasa, dan status sosial.

Belajar Dari Pengalaman Orang

Ketika Chiang Che Min menjadi Presiden RRT, ia dihadapkan kepada sebuah masalah besar. Sebagaimana halnya para pemimpin Tiongkok lainnya ia terobsesi oleh kesatuan Tiongkok. Karena itu ketika para mahasiswa menuntut negara federal, itu sangat mempengaruhi obsesinya itu dan menganggap tuntutan tersebut sebagai pertanda akan terpecah-belahnya Tiongkok ke dalam beberapa negara. Karena itulah, ia dan kawan-kawannya menolak gagasan tersebut. Ketika kemudian para mahasiswa berkeras mengajukan tuntutan itu, ia dan kawan-kawan memutuskan menghadapi para mahasiswa itu dengan tegas, termasuk menggunakan alat-alat militer untuk menumpas mereka. Itu terkenal di seluruh dunia dengan gambar seorang mahasiswa Tiongkok yang \"memalangkan\" kedua belah tangan di hadapan sebuah tank militer. Segera gambar itu tersebar ke seluruh dunia, dan dinyatakanlah oleh seluruh media bahwa tidak ada demokrasi di Tiongkok. Padahal ia dan kawan-kawan sebagai pengikut Deng Xiaoping baru memulai reformasi di berbagai bidang.

Harus Belajar dari Gus Dur

Baginya jika ada ide yang bisa diusung bersama, maka ide itulah yang menyatukan mereka sehingga Gus Dur tidak membedakan dan melupakan \"dosa\" yang pernah dilakukan Akbar dan Megawati tersebut. Walaupun Gus Dur sering mengkritik SBY dengan keras, bukan berarti secara personal Gus Dur pernah membenci SBY. Hal ini dicontohkan Gus Dur yang menjadi mantan presiden yang sering menghadiri upacara 17 Agustus di Istana Merdeka.

Semata-mata dari Sudut Hukum Agama

Oleh H. Abdurrahman Wahid KONFLIK Teluk, yang sekarang pecah menjadi Perang Teluk, dilihat dari sudut mana pun adalah sebuah tragedi berskala besar, karena berkesudahan pada perusakan besar-besaran, kalau tidak berupa jiwa dalam jumlah sangat besar. Belum lagi trauma psikologis yang diakibatkannya. Dan juga dislokasi sumber-sumber ekonomi dunia yang ditimbulkannya, terutama atas kerugian yang secara komparatif lebih besar lagi bagi negara-negara berkembang daripada bagi negara-negara industri maju.