Artikel dengan tag "di"

Wayangan di Kediaman Gus Dur

\"Sudah sering kita dengar komentar \'andaikan Gus Dur masih ada..\' atau \'sekarang baru paham mengapa Gus Dur dulu berkata....\' Setiap kekonyolan politik, setiap insiden kekerasan atas nama agama dan penindasan kepada kelompok minoritas, setiap insiden rakyat kecil yang terdesak oleh kepentingan kekuasaan, nama Gus Dur kembali disebut,\" paparnya.

Gus Dur di Tengah Minoritas

Gus Dur sepanjang hayatnya mengandaikan dan meneladankan keislaman dan kebangsaan untuk hadir dalam waktu bersamaan. Caranya dengan menjadi Muslim serta warga Indonesia yang baik pada waktu bersamaan pula. Konkretnya, menjadi Muslim yang saleh harus pula menjadi, dan sekaligus ditandai oleh perilaku sebagai, warga negara Indonesia yang baik. 

Keluarga Gus Dur Hadir di Ibadah Natal GKI Yasmin

Inayah menyampaikan, jika ayahnya Gus Dur masih hidup mungkin ia mengatakan, \"Di rumah yang mungkin tidak besar ini, mungkin Indonesia kelihatan aslinya, beragam.\" Inayah disambut tepuk tangan oleh para jemaat.

Ngobrol Bareng Gus Dur di Alam Kubur

Oleh Ali Mahmudi CH Pasca Gus Dur wafat, berbagai pemikirannya tak pernah surut diperbincangkan. Bahkan momen kedukaan itu menjadikan  daya magnetik terbesar guna mengenang gagasan pemikirannya. Dalam rangka mengenang beliau, tak hanya Yasinan dan Tahlilan saja yang dikumandangkan. Tetapi, banyak mereka yang mengkaji pemikiran-pemikirannya. Ini tak lazim dilakukan pasca kemangkatan orang biasa. Memperbincangkan Gus Dur seolah memang tak ada matinya. 

Orang China Yang Menangis di Makam Gus Dur di Hari Imlek

Oleh Elisabeth Ngatini Kupikir orang orang di sekitar makam yang sama seperti niatku mengunjungi makam, akan memandang asing dan heran aku dan Ibu yang China, tapi nyatanya tidak. Malah setelah acara doa ritual di makam, ada yang bilang kepadaku sudah biasa orang China datang ke Makam Gus Dur. Juga orang bule, orang lain agama. Itu karena Gus Dur pembela kaum minoritas. 

Melihat Nasib TKI Di Arab

Kita sudah banyak mendengar tentang mereka, bahkan belum lama ini suasana dibuat geger oleh seorang TKI perempuan yang membunuh majikannya di sebuah negara Teluk. Dalam kejadian yang mengemparkan itu, sang TKI dijatuhkan hukuman mati, karena terbukti melawan dengan senjata tajam, ketika ia hendak diperkosa oleh sang majikan.Walaupun kemudian ia dibebaskan, oleh sebuah keputusan politik dari negara tersebut, persoalannya tetap saja menjadi \"pemikiran\" kita. Bukankah masih ada ribuan hal-hal seperti itu terjadi dibanyak tempat dalam kawasan tersebut?

Islam, Ideologi dan Etos Kerja di Indonesia

Oleh Abdurrahman Wahid Dalam Muktamar Nadhlatul Ulama (NU) tahun 1935 di Banjarmasin, forum menyampaikan permintaan fatwa, bagaimana status negara Hindia Belanda dilihat dari pandangan agama Islam, karena ia diperintah oleh pemerintah yang bukan Islam dan orang-orang yang tidak beragama Islam? Dari sudut pandang agama Islam, wajibkah ia dipertahankan bila ada serangan luar?

Anwar, Mahathir, dan Kita di Indonesia

Oleh Abdurrahman Wahid PADA tanggal 21 September 1998 penulis mendapat telepon dari Nasir Tamara. Ia meminta penulis bersedia mendukung surat Adnan Buyung Nasution ke Malaysia, yang isinya memprotes penangkapan Anwar Ibrahim oleh Pemerintah Malaysia. Penulis meminta dibacakan pernyataan protes itu, yang berkesudahan dengan hilangnya anak kalimat \"Anwar Ibrahim, seorang pejuang hak-hak asasi manusia\" dan tertinggal \"Anwar Ibrahim, mantan Wakil Perdana Menteri dan mantan Menteri Keuangan\".