Artikel dengan tag ""

Ulasan Piala Dunia 1994: MENGENDALIKAN, TETAPI KALAH

PERTANDINGAN final Piala Dunia 1994 ternyata merupakan kebalikan dari perkiraan orang. Bukannya permainan menyerang yang tuntas yang dipertontonkan, melainkan serangan setengah hati yang dibiarkan pudar begitu tampak ada resiko serangan balik dari pihak lawan. Kelebihan teknik bermain individual para pemain Brasil dibiarkan tidak tersalurkan secara optimal dalam rangkaian gempuran atas wilayah pertahanan Italia. Sebaliknya, serangan Italia hanya satu dua saja yang berbahaya bagi penjaga gawang Brasil Taffarel.

Ulasan Piala Dunia 1994: SURUTNYA KEMAPANAN, PASANGNYA PENANTANG?

SALAH satu gejala menarik dari putaran akhir Piala Dunia 1994 adalah runtuhnya kejayaan kawasan Eropa Barat. Putaran perempat final masih diikuti Belanda dan Jerman Barat. Seimbang dengan perwakilan Eropa Selatan dan Eropa Tengah-Timur. Eropa Selatan menghadirkan Italia dan Spanyol, dan Eropa Tengah-Timur menghadirkan Bulgaria dan Rumania. Sedangkan Amerika Latin dan Eropa Utara hanya menghadirkan masing-masing satu kesebelasan, Brasil dan Swedia. Dalam perempat final, tidak satu pun wakil dari Eropa Barat hadir.

Ulasan Piala Dunia 1994: SALING MENEKAN, HASILNYA BERBEDA

PERTANDINGAN semifinal Piala Dunia 1994 menghasilkan dua buah pola menyerang yang sangat menarik untuk diamati. Baik Bulgaria maupun Italia menyadari pentingnya arti serangan yang bergelombang untuk menembus barisan pertahanan tangguh di pihak lawan. Di pihak Bulgaria tiga orang penyerang digelar di depan, yaitu Letchov, Kostadinov  dan Stoichkov. Walaupun Stoichkov ditempatkan di gelandang kiri sebagai pemberi bola, tetapi demikian tinggi daya jelajahnya sehingga ia selalu berada di depan. Belum cukup demikian, empat gelandang yang melapisi serangan dari belakang diperintahkan untuk tidak ragu-ragu membantu serangan. Karenanya dapat dilihat bagaimana Iankov, Sirakov dan Balakov sangat rajin berpetualang ke depan dengan meletakkan Ivanov dan Tzvetanov sebagai penghubung vital antara garis belakang dan barisan penyerang. Bahkan pemain belakang Kiriakov juga sering berada di depan, guna memperkuat serangan Bulgaria.

Ulasan Piala Dunia 1994: KEBERUNTUNGAN SWEDIA, AKAN BERLANJUTKAH?

PERTANDINGAN perempat final Rumania-Swedia adalah sebuah tontonan yang mengasikkan. Keduanya sama-sama memiliki pertahanan tangguh yang tidak mengenal kompromi. Petrescu sebagai palang pintu sangat alot untuk dilewati. Patrik Anderson di pihak Swedia, bukan hanya pemain belakang tangguh, melainkan juga memiliki daya jelajah ke jantung pertahanan lawan, sebagai sayap gantung yang efektif.

INDIVIDU, NEGARA DAN IDEOLOGI

Yayasan Soedjatmoko tanggal 3 Februari 1994 mengadakan Simposium Menyiapkan Diri Menuju Abad XXI di Jakarta, pada acara Peringatan Soedjatmoko. Dua makalah pada simposium tersebut, oleh Abdurrahman Wahid dan Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, dimuat Kompas di halaman 4, dan di halaman 5 dimuat tulisan Mohamad Sobary.