Artikel dengan tag "Negara"

NU dan Negara Islam (2)

Siapapun tidak dapat menyangkal bangsa Indonesia adalah memiliki jumlah terbesar kaum Muslimin. Ini berbeda dari bangsa-bangsa lain, Indonesia justru memiliki jumlah yang sangat besar kaum \"Muslimin statistik\" atau lebih di kenal dengan sebutan \"Muslim abangan\". Walaupun demikian, kaum muslim yang taat beragama dengan nama \"kaum santri\" masih merupakan minoritas. Karena itu, alangkah tidak bijaksananya sikap ingin memaksakan NI atas diri mereka.

Nalar Negara Agama dalam Penyelesaian Ahmadiyah

saya tidak yakin langkah mengagamakan Ahmadiyah akan menyelesaikan persoalan Ahmadiyah. Memang, untuk sementara kelompok-kelompok radikal anti-Ahmadiyah akan menyambut gembira keputusan ini. Meskipun Ahmadiyah tidak dibubarkan, namun mereka akan merasa cukup puas jika Ahmadiyah bisa dipaksa untuk murtad.Pertanyaannya, apa yang akan terjadi setelah itu? Boleh saja Negara secara adminsitratif memaksa orang-orang Ahmadiyah keluar dari Islam, tapi Negara pasti tidak bisa menghilangkan keyakinan mereka terhadap Islam (versi Ahmadiyah). Mereka tidak mungkin bisa meninggalkan shalat, mengucapkan assalamu\'alaikum, membaca syahadat, membaca al-Quran, membangun masjid sebagai tempat ibadah, berpuasa, pergi haji dan sebagainya.

Negara Hukum ataukah Kekuasaan

Minggu ini diramaikan dengan tindakan sepihak oleh Front Pembela Islam (FPI), atas kompleks milik sebuah organisasi Islam Ahmadiyah di Bogor. Mau tidak mau, kita lalu menjadi tercengang karena \"serangan\" itu akibat dari fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), bahwa gerakan Ahmadiyah dalam segala bentuknya dilarang oleh Islam. Pendapat ini jelas-jelas bertentangan dengan Undang-undang Dasar. Sedang badan yang berwenang dalam hal ini, yaitu Pakem (Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat) di lingkungan Kejaksaan Agung mengatakan gerakan Ahmadiyah Qadiyan saja yang dilarang oleh ajaran Islam, sedangkan aliran lainnya tidak demikian. Karena itu, patutlah kita saat ini mengajukan pertanyaan: manakah yang akan dipakai keputusan berdasarkan Undang-Undang Dasar, ataukah pendapat sebuah lembaga betapa terhormatnya sekalipun, seperti MUI.

INDIVIDU, NEGARA DAN IDEOLOGI

Yayasan Soedjatmoko tanggal 3 Februari 1994 mengadakan Simposium Menyiapkan Diri Menuju Abad XXI di Jakarta, pada acara Peringatan Soedjatmoko. Dua makalah pada simposium tersebut, oleh Abdurrahman Wahid dan Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, dimuat Kompas di halaman 4, dan di halaman 5 dimuat tulisan Mohamad Sobary.